Utama

Musrembang Kaltim Rudy Mas'ud  pemprov kaltim 

Gubernur Mas’ud Kritik Pemda Soal Pembangunan Fisik: Jangan Hanya Bangun Gedung, Kalau Pelayanan Dasar Lemah



Musrenbang RKPD 2027 di Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Foto: Selasar/Boy
Musrenbang RKPD 2027 di Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memberikan peringatan tegas kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar tidak terjebak dalam euforia pembangunan fisik semata. Hal tersebut disampaikan Rudy dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltim 2027 di Gedung Odah Etam, Kamis (30/4/2026).

Rudy menyentil kecenderungan pemerintah daerah yang kerap memprioritaskan proyek gedung megah, namun lalai dalam urusan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Kita tidak boleh hanya bangga pada pembangunan gedung-gedung, tetapi lemah dalam pelayanan dasar. Pembangunan ke depan tidak boleh hanya sibuk membangun hal-hal yang terlihat (fisik), tetapi lalai membenahi hal yang mendasar,” tegas Rudy saat Musrenbang, Kamis (30/4/2026).

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa arah pembangunan Bumi Etam harus berpijak pada tiga pilar utama: tepat sasaran, tepat manfaat, dan berdampak langsung pada masyarakat. Ia menginstruksikan agar setiap rupiah dari anggaran daerah harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab kebutuhan publik.

“Perlu ditentukan mana yang mendesak, mana yang strategis, dan mana yang benar-benar dibutuhkan rakyat. Jika semua program dijadikan prioritas, maka sebenarnya tidak ada yang benar-benar menjadi prioritas,” imbuhnya.

Menyikapi banyaknya usulan pembangunan dari kabupaten/kota, Rudy Mas’ud meminta adanya proses penyaringan (filter) yang ketat. Ia menyadari tidak semua usulan dapat diakomodasi, sehingga pemerintah harus berani mengambil keputusan yang realistis dan terukur.

Gubernur menutup arahannya dengan seruan agar keberpihakan anggaran benar-benar dialokasikan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan infrastruktur yang produktif.

“Keberpihakan itu harus nyata. Fokuskan pada pelayanan dasar, infrastruktur produktif, serta penguatan ekonomi masyarakat kecil,” pungkasnya.

 

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya