Utama

debat gubernur kaltim unmul tantang debat gubernur kaltim rudy masud 

Tagih Janji Sejak Februari, BEM KM Unmul Gelar Debat Terbuka Lawan Gubernur Kaltim Sore Ini



Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra. Foto: Selasar/Boy
Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda - Setelah penantian panjang sejak akhir Februari lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul) akhirnya merealisasikan tantangan debat terbuka kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Agenda adu argumentasi ini dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (6/5/2026), di Teras Samarinda mulai pukul 15.00 WITA.

Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, menegaskan bahwa format acara ini adalah debat murni, bukan sekadar diskusi santai. Menurutnya, kehadiran Gubernur Rudy Mas’ud merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

"Dari awal tuntutan kami sejak aksi 23 Februari lalu memang berdebat, bukan diskusi. Kami sudah melakukan follow up surat setiap minggu. Jadi, harus Gubernur yang hadir," tegas Hiththan saat dikonfirmasi menjelang acara.

Terkait teknis pelaksanaan, ia menjelaskan bahwa debat ini akan digelar secara terbuka tanpa melibatkan panelis. Ia sendiri yang akan turun langsung sebagai lawan debat Gubernur, dengan dipandu oleh moderator dari internal staf BEM KM Unmul.

Meski tantangan telah bergulir lama dan surat menyurat telah dilakukan, Hiththan mengaku masih menyimpan skeptisisme terkait kehadiran sang kepala daerah. Ia mencium gelagat bahwa Gubernur mungkin tidak akan hadir mengingat situasi politik yang sedang menghangat di Bumi Etam.

"Jujur saya pesimis beliau akan datang. Melihat situasi dan kondisi di Kalimantan Timur hari ini, saya yakin beliau tidak akan hadir. Namun, jika memang tidak datang, kami sudah menyiapkan alternatif dan langkah tindak lanjut lainnya," imbuhnya.

Bagi mahasiswa, debat ini bukan sekadar panggung unjuk gigi, melainkan ruang bagi Gubernur untuk mempertanggungjawabkan ucapan dan kebijakan yang selama ini dikeluarkan ke publik. Hiththan menilai, keberanian Gubernur untuk beradu argumentasi secara langsung adalah bentuk pertanggungjawaban paling mendasar.

"Tantangan debat ini bukan seperti aksi yang berjilid-jilid. Cukup satu kali, di jilid satu ini saja. Ini adalah ajang bagi Gubernur untuk mempertanggungjawabkan apa yang diucapkan dan dilakukan di depan umum melalui argumentasi, baik itu tajam maupun buruk," pungkasnya.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya