Utama

PCR RSUD AWS Tes PCR Covid-19 

Kabar Baik! Akhir Mei RSUD AWS Bisa Uji PCR untuk Ribuan Sampel Pasien



RSUD AWS Samarinda
RSUD AWS Samarinda

SELASAR.CO, Samarinda - Pada hari ini Dinas Kesehatan Kaltim melaporkan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kaltim. Tampaknya menggembirakan. Namun, sebenarnya masih ada 216 sampel pasien asal Kaltim yang mengantre proses pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Diketahui, hingga kini tercatat ada tujuh kota/kabupaten di Kaltim telah terjadi transmisi lokal. Hanya Samarinda, Bontang, dan Mahulu yang masih bebas dari kasus transmisi lokal. Kebutuhan pengujian sampel yang cepat pun mau tidak mau harus menjadi prioritas, agar strategi dalam penanganan Covid-19 sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kabar baiknya, saat ini alat PCR sudah tersedia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Pemprov Kaltim pun telah memesan reagen untuk kebutuhan 1400 sampel. Reagen ini nantinya digunakan untuk mengekstraksi sampel dari pasien dalam pengawasan (PDP) Kaltim untuk dites di alat PCR.

Sebelumnya, pemerintah pusat berencana membagikan reagen ke masing-masing provinsi. Namun, ternyata pemerintah pusat meminta provinsi untuk melakukan pengadaan reagen sendiri. Reagen pun sudah didatangkan distributor dari luar negeri. Sehingga, Kaltim hanya perlu memesan dari distributor tersebut.

"Reagen itu ternyata pusat tidak jadi menyediakan, jadi diminta kita yang membeli. Sudah kami pesan. Kami menunggu barang datang dua minggu paling lambat dari sekarang. Soalnya, kan reagen ada ekstraksi ada juga pelarut. Kaltim pesan ada tiga kit untuk 1.400 sampel pada tahap pertama. Sebab, reagen terbatas juga," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak.

Ongkos reagen ini disebut Andi sekitar Rp 1 miliar. Anggarannya dari dana refocusing APBD Kaltim untuk penanganan Covid-19. Saat ini, alat PCR beserta ruangannya sudah siap di RSUD AWS. Tenaga pengujinya pun sudah dilatih. Tinggal menunggu reagen saja. Jika semua sudah lengkap, sekali alat dijalankan, ada 96 sampel yang hasilnya bisa diketahui dalam hitungan jam.

“Kita harapkan barang ini cepat datang dan terinstal, dan mudah-mudahan paling tidak di akhir Mei sudah bisa kita operasionalkan dalam rangka pengujian lab PCR,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya