Kutai Kartanegara

Penyebaran Covid-19 Positif corona Pemkab Kukar klaster gowa 

Kukar Bertambah 15 Positif Covid-19 Hari Ini, Loa Janan Sudah Transmisi Lokal



Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah mengumumkan penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, pada Kamis (14/5/2020) hari ini.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah mengumumkan penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, pada Kamis (14/5/2020) hari ini.

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah mengumumkan penambahan pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease (Covid-19), pada Kamis (14/5/2020) hari ini.

Ia menyebutkan ada penambahan 15 pasien terkonfirmasi positif, sehingga saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Kukar 39 orang.

“Jumlah yang akan saya umumkan ini cukup signifikan yaitu sebanyak 15 kasus terkonfirmasi positif,” ujar Edi Damansyah, saat melakukan konferensi pers via aplikasi zoom.

Berikut sebaran 15 kasus baru positif Covid-19 di Kukar.

  1. KK-25, jenis kelamin laki-laki, usia 48 tahun dari Kecamatan Loa Janan. Riwayat perjalanan dari Gowa, dilakukan rapid test tanggal 6 Mei 2020 dengan hasil reaktif, pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 7 Mei 2020.

  2. KK-26, jenis kelamin laki-laki, usia 22 tahun dari kecamatan Loa Janan. Ada riwayat kontak dengan anggota keluarga (orangtua) yang merupakan pelaku perjalanan dari Gowa. Saat ini sedang menjalani masa isolasi di RS Karantina Bapelkes Samarinda. Dilakukan rapid test pertama tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, rapid test kedua tanggal 8 Mei 2020 dengan hasil reaktif. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 8 Mei 2020.

  3. KK-27, jenis kelamin laki-laki, usia 26 tahun dari Kecamatan Muara Badak, tidak ada keluhan, riwayat perjalanan dari Gowa. Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, thorax bronchitis. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 4 Mei 2020.

  4. KK-28, jenis kelamin laki-laki, usia 38 tahun dari Kecamatan Muara Badak, dengan keluhan batuk, riwayat perjalanan dari Gowa. Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, thorax bronchitis. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 4 Mei 2020.

  5. KK-29, jenis kelamin laki-laki, usia 46 tahun dari Kecamatan Loa Kulu, riwayat perjalanan dari Gowa tanggal 26 Maret 2020. Dilakukan rapid test tanggal 25 April 2020 dengan hasil reaktif dan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 6 Mei 2020.

  6. KK-30, jenis kelamin laki-laki, usia 33 tahun dari Kecamatan Muara Badak, riwayat perjalanan dari Gowa. Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, thorax bronchitis dan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 5 Mei 2020.

  7. KK-31, jenis kelamin laki-laki, usia 33 tahun dari Kecamatan Muara Badak. Riwayat Perjalanan dari Gowa, Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, masuk rumah sakit dengan trombositopenia, saat ini kondisi sudah baik. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 7 Mei 2020.

  8. KK-32, jenis kelamin laki-laki, usia 9 tahun dari Kecamatan Muara Badak. Ada riwayat kontak dengan anggota keluarga, yang merupakan pelaku perjalanan dari Gowa. Keluhan demam dan diare selama 3 hari namun saat ini tidak ada keluhan. Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, thorax bronchitis dan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 4 Mei 2020.

  9. KK-33, jenis kelamin laki-laki, usia 47 tahun dari Kecamatan Loa Janan, dengan riwayat perjalanan dari Gowa pada tanggal 30 Maret 2020. Dilakukan rapid test tanggal 25 April 2020 dengan hasil reaktif dan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 6 Mei 2020.

  10. KK-34, jenis kelamin laki-laki, usia 45 tahun dari Kecamatan Muara Badak, dengan riwayat perjalanan dari Gowa. Saat ini terdapat keluhan batuk kadangkadang. Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, thorax bronchitis dan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 4 Mei 2020.

  11. KK-35, jenis kelamin laki-laki, usia 28 tahun dari Kecamatan Tenggarong, riwayat perjalanan dari Gowa tanggal 26 Maret 2020. Saat ini tidak ada keluhan. Dilakukan rapid test tanggal 5 Mei 2020 dengan hasil reaktif, dan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 6 Mei 2020.

  12. KK-36, jenis kelamin laki-laki, usia 20 tahun dari Kecamatan Sebulu, riwayat perjalanan dari Gowa. Dilakukan rapid test tanggal 6 Mei 2020 dengan hasil reaktif, dan pemeriksaan swab tenggorok tanggal 07 Mei.

  13. KK-37, jenis kelamin laki-laki, usia 54 tahun dari Kecamatan Muara Badak, riwayat perjalanan dari Gowa. Dilakukan rapid test tanggal 4 Mei 2020 dengan hasil reaktif, dan pemeriksaan swab tenggorok tanggal 07 Mei 2020.

  14. KK-38, jenis kelamin laki-laki, usia 59 tahun dari Kecamatan Loa Janan, riwayat perjalanan dari Gowa. Pasien dengan penyakit penyerta hipertensi. Dilakukan rapid test tanggal 6 Mei 2020 dengan hasil reaktif, dan pemeriksaan swab tenggorok tanggal 7 Mei 2020.

  15. KK-39, jenis kelamin laki-laki, usia 48 tahun dari Kecamatan Tenggarong, riwayat perjalanan dari Gowa. Dilakukan rapid test tanggal 6 Mei 2020 dengan hasil reaktif, dan pemeriksaan swab tenggorok tanggal 7 Mei 2020.

Saat ini 14 pasien terkonfirmasi positif sedang menjalani isolasi di Wisma Atlet Tenggarong Seberang, dan satu pasien dikarantina di Bapelkes Samarinda, dengan kondisi stabil.

“Dengan terkonfirmasinya kasus-kasus di atas maka bertambah satu lagi kecamatan dengan transmisi lokal yaitu di Kecamatan Loa Janan,” jelas Edi.

Meski terdapat penambahan kasus yang signifikan, namun terdapat satu orang pasien sembuh, yakni KK-3, bernama Ismail, jenis kelamin laki-laki berusia 22 tahun. Pasien ini masuk rumah sakit pada tanggal 15 April 2020 sebagai PDP dengan keluhan demam berdarah (DHF), ada riwayat perjalanan dari Malang. Yang bersangkutan telah menjalani masa perawatan selama kurang lebih satu bulan dan telah dilakukan pemeriksaan swab kedua dan ketiga dengan hasil semuanya negatif sehingga dinyatakan sembuh.

“Saya ucapkan selamat kepada KK-03 dan keluarga atas kesembuhannya. Tetap lakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan,” ucap Edi.

Edi Damansyah menegaskan bahwa Upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19, memerlukan partisipasi dan peran seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk terus mematuhi prosedur pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Hal yang sangat penting untuk selalu mematuhi prosedur pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan,” tutupnya.

Penulis: Faidil Adha
Editor: Awan

Berita Lainnya