Feature

RCTI Ikon Banjarmasin Pasar Terapung 

Mengenang Kebaikan Acil RCTI Oke, Pesan Terakhirnya: Rukunlah!



Masyarakat Banjarmasin mengenang Hj Noor Parida sebagai ikon. Pedagang Pasar Terapung yang nongol dengan salam jempol dalam iklan RCTI pada era 90-an. Warga sekitar mengingatnya sebagai penyayang dan pengayom anak kecil. Berikut secuil kenangan tentang Acil RCTI Oke ini, dikutip dari Radar Banjarmasin.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

BANJARMASIN berduka. Kamis (25/6/2020) pagi, Parida mengembuskan napas terakhir pada usia 66 tahun. Rumah duka di Jalan Alalak Selatan RT 04 Banjarmasin Utara didatangi para pelayat. Tua dan muda, membacakan Surah Yasin dan bertahlil, mengantarkan doa.

Kepada penulis, bungsu dari delapan bersaudara, Rahmi, menuturkan sang ibu memang sudah sakit-sakitan sejak dua pekan terakhir. Badan tampak letih, batuk-batuk. Disusul riwayat darah tinggi.

"Dibawa ke rumah sakit, beliau enggan. Minta dirawat di rumah saja. Sepekan sebelum wafat, ibu mewasiatkan sejumlah barang. Begitu pula sehari sebelum wafat, seusai magrib, ibu berkata: besok sudah pulang. Ini diucapkan di hadapan seluruh anak," tuturnya.

Rahmi menuturkan, sepeninggal wafat sang ayah empat tahun silam, ibunya kerap memberikan nasihat. Yakni selalu menjunjung tinggi kerukunan dan saling tolong-menolong antar sesama.
Kemudian, sejak tahun 2015, Parida juga sudah tidak lagi berjualan di Pasar Terapung. Memilih berjualan di sebuah kios di seberang kediaman. "Rukun-rukun laaah," tutur Rahmi menirukan ucapan mendiang.

Bulan wafatnya sang ibu, sama dengan wafatnya sang ayah. Di samping itu, saat Idulfitri tadi, tepatnya ketika menziarahi makam suaminya, dia berbisik lirih kepada diri sendiri. "Ibu minta dimakamkan berdampingan dengan ayah," tambahnya.

Di mata khalayak, sosok almarhumah terkenal sebagai ikon yang mempromosikan Banjarmasin keluar pulau.

Bocah dari Alalak Selatan memenuhi rumah duka. Semasa hidup, Parida senang memasak untuk anak-anak tetangganya. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Tampil di layar kaca era 90-an, seusai mengepak dagangan di atas perahu, almarhumah tersenyum sembari mengacungkan jempol. Itulah yang membuat almarhumah terkenal dengan 'Salam Jempol RCTI Oke'.

Sementara di mata warga setempat, almarhumah tidak hanya terkenal karena pariwara tersebut. Tapi juga terkenal gemar membantu sesama. Seperti yang diungkapkan Syahriadil.

"Mau jam berapa pun, ketika diminta bantuan, beliau pasti menyanggupi," beber lelaki yang akrab disapa Badil ini.

Bantuan seperti apa? Badil memberikan contoh. Seperti mengobati penyakit nyeri dada. "Saya pernah minta bantuan beliau. Padahal tengah malam, tapi beliau mau. Kata beliau, tidak ada tawar- menawar dalam urusan tolong-menolong," kenangnya.

Siang kemarin, pemandangan berbeda juga tampak di kediaman almarhumah. Para bocah tampak berkerumun. Usut punya usut, ternyata semasa hidup, almarhumah adalah sosok penganyom bocah-bocah.

"Ibu suka anak-anak. Kalau memasak, selain untuk cucu, kadang juga untuk anak-anak yang bermain di sekitar sini. Kalau sudah seperti itu, rumah jadi ramai sekali," tambah Rahmi.
Selain itu, di kediaman almarhumah juga tampak seorang pejabat DPRD Kalsel. Yakni HM Rosehan NB. Dia juga memiliki kenangan tersendiri.

Menurut Rosehan, almarhumah adalah sosok yang suka bergaul. Tanpa memandang kasta. Bahkan ketika almarhumah sudah terkenal, tak serta membuatnya jemawa.

"Beliau bersahaja. Santun dan ramah. Khas orang kampung Banjarmasin. Jangan lupa, Pasar Terapung menjadi semakin terkenal salah satunya karena jasa beliau sebagai maskotnya," katanya.

Kini, Parida telah pergi untuk selama-lamanya. Pada jam 2 siang, jenazahnya diboyong ke pemakaman tak jauh dari rumahnya. Meninggalkan delapan anak dan 16 cucu, serta meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat. (fud/ema)

Berita ini telah terbit di prokal.co dengan judul "Acil RCTI Oke di Mata Anak, Tetangga dan Pejabat, Pesan Terakhir: Rukunlah"

Editor: Awan

Berita Lainnya