Utama

Perbaikan Jalan KIPI Maloy Butuh 10 M, Irwan Siap Perjuangkan di Senayan



Perbaikan Jalan KIPI Maloy Butuh 10 M, Irwan Siap Perjuangkan di Senayan
Anggota Komisi V DPR RI, Irwan, menyempatkan melihat kondisi proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy.

SELASAR.CO, Samarinda - Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur hingga kini belum juga beroperasi.

Meski belum beroperasi, proyek yang dikerjakan dengan biaya dari APBN ini, sudah mengalami kerusakan di beberapa titik. Salah satunya pada jalan akses menuju pelabuhan.

Anggota Komisi V DPR RI, Irwan, menyempatkan melihat kondisi proyek strategis nasional itu. Akses dua jalur di sana, hanya satu yang bisa dilewati. Hal ini karena jalur lainnya yang merupakan arah keluar dari areal pelabuhan, amblas.

"Ini sudah ditetapkan Pak Presiden Jokowi sebagai proyek strategis nasional. Saya kasih gambaran Balai Jalan Nasional Kaltim PUPR itu membangun jalan juga dari Sangatta-Bengalon-Sangkulirang, bisa tuntas pada tahun depan dengan pola multiyears. Namun, kemudian ada masalah jalan penghubung menuju KIPI Maloy-nya, karena ada 10 segmen (titik) yang mengalami longsor," ujar Irwan.

Akses dua jalur di sana, hanya satu yang bisa dilewati.

Oleh karena itu, dikatakan Irwan, dirinya melakukan peninjauan dengan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim dan satuan kerjanya untuk merencanakan perbaikan jalan.

"Kami ingin kawasan ekonomi khusus ini bisa segera difungsikan, karena pelabuhannya juga sudah terbangun, walaupun tentu perlu pengembangan pelabuhan juga. Tetapi ini ada inisiatif yang sangat bagus dari BBPJN untuk melakukan pembuatan desain terkait jalan penghubung KIPI Maloy ini, ada 10 segmen yang sudah direncanakan," jelasnya.

Sementara itu Kepala BBPJN Kaltim, Junaidi mengatakan ada beberapa bagian jalan yang amblas karena memang berdiri di atas tanah yang rawan. Disampaikannya, dahulu pengerjaan proyek ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun karena sudah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) maka dana dari APBN juga bisa digunakan. Dengan syarat sudah ada diskresi dari Kemen PUPR.

"Kami sudah melakukan pembuatan desain untuk perbaikan di 10 titik tersebut. Apabila kita ada instruksi dan ada dana untuk penanganan, akan segera kami perbaiki. Saya pikir dalam satu tahun saja sudah cukup," ujar Junaidi.

Desain perbaikan jalan akses menuju KIPI Maloy ini, diungkapkannya, telah rampung dikerjakan sejak tahun lalu. "Kalau perhitungan kita untuk perbaikan 10 titik itu membutuhkan anggaran Rp10 miliar," ungkapnya.

Terkait pengajuan anggaran ini, Irwan mengaku akan memperjuangkan proses pengajuan anggaran tersebut agar bisa disetujui di Komisi V DPR RI. "Sehingga tahun depan bisa dilakukan perbaikan," ungkap Irwan.

Legislator muda ini menambahkan, seharusnya persoalan tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim. "Sekarang kadang terbolak-balik ini, kami seperti mengambil peran eksekutif jadinya. Padahal seharusnya kami sudah menerima bersih usulan terkait perbaikan jalan ini, dan tinggal kami setujui. Tapi tidak masalah, ini kan kemudian kembali untuk kepentingan negara dan rakyat," terang Irwan.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

reses-dpr-ri irwan reses-anggota-dpr-ri kipi-maloy kawasan-industri-dan-pelabuhan-internasional proyek-strategis-nasional 

Berita Lainnya