Ragam

Reses dpr ri Irwan Reses anggota DPR RI  Pantai Desa Selangkau  Wisata Pantai kutim  pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah 

Ciptakan Destinasi Baru, Dermaga Wisata Dibangun di Pantai Desa Selangkau Kutim



Simbolis pemasangan tiang pancang pertama oleh Irwan, Anggota Komisi V DPR RI
Simbolis pemasangan tiang pancang pertama oleh Irwan, Anggota Komisi V DPR RI

SELASAR.CO, Samarinda -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat program padat karya tunai. Salah satunya lewat pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW), yang telah tersalurkan Rp54,6 miliar atau setara dengan 10,11 persen dari alokasi anggaran tahun ini.

Tahun ini, pelaksanaan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp540 miliar. Untuk Kaltim, pada tahun ini menerima program serupa di 17 kecamatan, yang tersebar di empat kabupaten. “Kegiatan ini dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat yang terdampak resesi akibat pandemi Covid-19,” ujar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kaltim, Sandhi Eko Bramono.

Dan untuk kali pertama, program ini akan dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Kaliorang, Desa Selangkau. “Untuk kecamatan ini menjadi yang pertama. Namun sejauh ini sudah ada tujuh kabupaten yang telah menerima program ini. Jadi kegiatan ini menjadi salah satu dalam kegiatan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, yang terkait pengerjaan padat karya tunai,” terang Sandhi.

Bentuk pembangunan yang akan dilakukan di Desa Selangkau ialah pembangunan dermaga, yang akan menjadi destinasi wisata baru di lokasi tersebut. “Dermaga akan dibangun ke arah laut, dari pantai ini panjangnya 130 meter lebar 4 meter dengan konstruksi dasar kayu ulin,” jelasnya.

Selain itu dermaga juga akan dilengkapi areal kios untuk wisata kuliner, dan juga tersedia sarana sanitasi dan air bersih. Selain itu dermaga juga dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan panel surya di 10 titik.

“Konstruksi akan mulai dikerjakan pada 1 Agustus 2020, dan akan selesai pada 31 Desember 2020,” tambah Sandhi.



Foto bersama antara Balai dari Kementerian PUPR, Anggota Komisi V DPR RI dan pemerintah Desa Selangkau

Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI, Irwan mengusulkan Desa Selangkau untuk dapat menerima program ini, karena potensi wisatanya yang potensial.

“Memang sengaja saya usulkan untuk Desa Selangkau ini karena memang memiliki potensi yang sangat bagus,” jelas Irwan. 

Meski memiliki potensi wisata yang cukup baik. Namun area pantai yang menjadi lokasi pembangunan dermaga wisata di Desa Selangkau ini masih terbilang buruk. Oleh karena itu dikatakan Irwan, program perdana dari pemerintah pusat yang masuk ini pun, bisa menjadi pintu masuk untuk program-program lainnya yang akhirnya akan berdampak pada perbaikan infrastruktur jalan.

“Tahun depan juga akan saya usulkan desa ini sebagai desa wisata, sesuai dengan program Kementerian Desa. Setelah ditetapkan sebagai desa wisata, pasti akan berkelanjutan program-program dari pusat bisa masuk. Mulai dari jalan akses menuju desa wisata, listrik hingga air jadi sangat banyak dampak positif yang bisa diterima,” ungkap Irwan.

“Memang untuk jalan poros menjadi tanggung jawab nasional dan akan segera diperbaiki, namun untuk jalan akses dari jalan poros menuju pantai perlu ada keaktifan dari pemerintah daerah. Tentu kita bantu, karena opsinya banyak, dana transfer daerah dan dana alokasi khusus memungkinkan untuk digunakan sebagai pembangunan jalan,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya