Kutai Timur

Pejabat Aktif Kerja Pakai Motor, sementara Mantan Pejabat Bawa 3 Mobil Dinas



Pejabat Aktif Kerja Pakai Motor, sementara Mantan Pejabat Bawa 3 Mobil Dinas
Kepala Satpol PP Kutim Didi Herdiansyah curhat kepada pada Pjs Bupati Kutim Jauhar Efendi.

SELASAR.CO, Sangatta – Momentum Rakor Aset beberapa hari lalu dijadikan panggung bagi Kepala Satpol PP Kutim Didi Herdiansyah untuk mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada pada Pjs Bupati Kutim Jauhar Efendi. Dalam kesempatan itu, Didi membawa helm yang digunakan ke kantor, sebagai bukti dirinya hanya menggunakan motor ke kantor. Sementara, ada staf eselon IV yang gunakan mobil dinas.

“Jadi saya merasa dizalimi, pejabat eselon IV gunakan mobil dinas, sementara saya pakai motor,” katanya.

Karena itu,  kepada Pjs Bupati, Didi meminta agar tidak terlalu banyak rapat, tapi langsung bertindak. Satpol PP, kata dia, siap laksanakan tugas sesuai perintah. Selain itu, dia meminta pada kesempatan ini diambil sikap, tidak boleh berlaku lagi disposisi pinjam pakai kendaraan.

“Banyak saya lihat, mantan kepala dinas, sudah dum mobil dinas, mobil operasional Pajero dipinjam pakai pula. Bahkan ada yang bawa pulang mobil tiga unit. Kalau Pak Bupati berikan perintah tugas tarik, saat ini juga kami tarik. Sudah banyak yang saya lihat simpan mobil hingga tiga unit di rumahnya. Kalau satu, masih masuk akal, tapi kalau sampai tiga, keterlaluan. Toh, yang dipakai juga kan paling hanya satu, untuk apa bawa tiga,” katanya.

Diakui, yang membawa kendaraan lebih dari satu banyak dilihatnya. Ada suami istri sudah pensiun, isi garasinya tiga unit mobil dinas. Saking kesalnya, Didi mengatakan Pemkab Kutim tidak adil. Untuk itu, dia meminta agar disposisi pinjam pakai tidak berlaku lagi, agar aset kendaraan segera disita kembali, untuk pejabat yang masih aktif.

Diakui, memang ada surat OPD, yang meminta Satpol PP melakukan penarikan, namun tidak bisa dilakukan, karena urusan aset itu adalah kewenangan Bupati. Karena itu, kalau Bupati yang meminta Satpol PP menarik, maka Satpol PP akan langsung tarik.

“Contoh saja pak Awang Faroek Ishak dulu, pak. Mobil dijajar di lapangan, didata, dinas mana yang kelebihan, dinas mana kekurangan,  jadi bisa langsung ketemu,” ujarnya.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

mobil-dinas mantan-pejabat kendaraan-dinas 

loading...

Berita Lainnya