Ragam

DP2PA Samarinda Sosialisasi Perda PUG Pengarusutamaan gender 

DP2PA Samarinda Gelar Bimtek dan Sosialisasi Perda PUG



DP2PA Samarinda menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Perda PUG Nomor 2 Tahun 2020.
DP2PA Samarinda menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Perda PUG Nomor 2 Tahun 2020.

SELASAR.CO, Samarinda - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Perda Pengarusutamaan Gender (PUG) Nomor 2 Tahun 2020. Kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta secara langsung, namun juga secara virtual. Meski digelar secara tatap muka, peserta yang hadir dibatasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut mewakili wali kota, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin. Diya mengatakan dengan adanya payung hukum ini, maka OPD harus segera mengeksekusi segala bentuk arahan yang ada dalam aturan yang telah ditetapkan.

“Ini kan sudah diamanatkan oleh undang-undang. Payung hukumnya sudah jelas dan harus dieksekusi semua OPD di lingkungan Pemkot Samarinda. Cara mengaksesnya yaitu dengan memasukkan ke dalam dokumen perencanaannya, karena ini syarat agar kegiatan itu bisa dianggarkan. Apalagi sekarang kita sedang menyusun RPJMD yang akan datang. Sehingga OPD harus proaktif,” ujar Sugeng.

Sementara itu disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, dalam prosesnya pembahasan Perda ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar tiga tahun.

“Kemarin pembahasannya sempat terputus karena alasan anggaran dan terputus pergantian periode karena pemilihan legislatif (Pileg). Sementara Perda ini kebutuhan mendesak untuk kota Samarinda dimana pengarusutamaan gender ini sangat penting, untuk menangkal semua kesenjangan yang ada di Samarinda,” ujar Sri Puji Astuti.

Dirinya pun memberikan apresiasi atas digelarnya Bimtek, serta kerja-kerja yang telah dilakukan DP2PA Samarinda seperti telah terbentuknya tim focal point hingga kelompok kerja atau pokja PUG. Diketahui, Samarinda sudah memiliki Tim Pokja PUG yang diketuai Kepala Bappeda dan Tim Teknis/Driver terdiri dari Bappeda, Inspektorat Wilayah, BPKAD dan DP2PA, sebagai penggerak PUG dalam hal Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Samarinda juga sudah memiliki Tim Focal Point OPD sebanyak 27 OPD.

Focal Point PUG sendiri adalah aparatur SKPD yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pengarusutamaan gender di unit kerjanya masing-masing.

“Sehingga tinggal bagaimana kota Samarinda ini bisa mengimplementasikan agar mendapat outcome yang benar-benar diharapkan melalui inpres tadi,” terangnya.

Deasy Evriyani, Sekretaris DP2PA Samarinda (tengah).

Sementara itu disampaikan Deasy Evriyani, Sekretaris DP2PA Samarinda, tujuan kegiatan hari ini yaitu untuk meningkatkan komitmen bersama dalam rangka mempercepat pencapaian pembangunan PUG di Kota Samarinda. Selain itu juga mensinergikan seluruh elemen baik pemerintah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, LSM, dan lain-lain menuju program kegiatan yang responsive gender.

Saat ini juga sedang berlangsung evaluasi pelaksanaan Pembangunan Pengarusutamaan Gender oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di seluruh Indonesia secara online. Adapun yang dinilai meliputi 7 indikator yaitu komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber daya, data dan sistem informasi, alat analisis/tools, jejaring /peran serta masyarakat.

“Dan kota Samarinda Alhamdulillah sudah mengisi seluruh item-item pertanyaan tersebut. Mohon doa dan dukungannya semoga tahun ini Samarinda  mendapatkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) yang merupakan penghargaan tertinggi untuk kategori PUG,” pungkas Deasy.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya