Utama

curah hujan cuaca buruk banjir banjir di samarinda Hujan Deras Jalan Terong Pipit banjir 

Banjir di Jalan Terong Pipit, Masyarakat Berharap Solusi Pemerintah



Jalan Terong Pipit RT 37, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, yang sudah kebanjiran sejak 3 hari terakhir.
Jalan Terong Pipit RT 37, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, yang sudah kebanjiran sejak 3 hari terakhir.

SELASAR.CO, Samarinda – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa titik di Samarinda terendam banjir. Seperti di Jalan Terong Pipit RT 37, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, yang sudah kebanjiran sejak 3 hari terakhir.

Fendy, Relawan Busam Peduli Bencana Kota Samarinda mengatakan bahwa debit air di Jalan Terong Pipit terus meningkat dengan cepat. Hal tersebut terlihat sejak 3 hari terakhir. Hari pertama pada 28 November sudah terlihat kenaikan air di beberapa selokan sekitar lokasi. Hingga memasuki waktu senja, diketahui air sudah meningkat cepat di atas mata kaki orang dewasa dan memasuki rumah-rumah warga sekitar. Sampai hari ini, Senin (30/11/2020) air diketahui telah mencapai pinggang orang dewasa.

“Untuk air cukup cepat debit peningkatannya. Setelah saya pantau beberapa hari, dalam hitungan setengah jam air terus meningkat. Untuk saat ini kita terus memantau dan terus ada peningkatan, namun memang sudah mulai melambat,” kata Fendy.

Ia juga menambahkan, evakuasi telah dilakukan terhadap anak-anak serta lansia korban terdampak banjir, ke masjid terdekat. Diketahui juga, air bersih di wilayah terdampak banjir Jalan Terong Pipit menjadi sulit didapat. PDAM belum memberikan keterangan atas matinya aliran air tersebut.

“PDAM belum memberikan keterangan mati air ini, karena air bersih itu sangat diperlukan. Kita juga menerima bantuan kita seperti obat-obatan yang diberikan masyarakat, karena seringkali dampak banjir ini adalah diare,” tambah Fendy.

Dondi, warga sekitar mengungkapkan rasa kecewanya. Dia membeberkan bahwa hal tersebut sudah menjadi rutinitas tahunan warga Jalan Terong Pipit menghadapi banjir musiman ketika hujan. Ada sekitar 30 rumah yang terendam tiap tahunnya. Walaupun belum memasuki rumahnya, Dondi mengaku sudah bersiap-siap melakukan upaya antisipasi. Ia juga berharap adanya solusi dari pemerintah untuk dapat menanggulangi banjir tersebut.

“Ini kan bukan kejadian pertama kali. Kami sudah sering dan bertahun-tahun mengalami banjir. Kami berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan solusi agar dapat menanggulangi ini,” pinta Dondi.

Penulis: Bekti
Editor: Awan

Berita Lainnya