Kesehatan

Vaksinasi Guru di Samarinda Vaksinasi Covid-19 Vaksin Covid-19 Dinkes Kaltim Disdikbud Kaltim Vaksin Guru 

Update Vaksinasi untuk Guru di Kaltim, Kukar Tertinggi dan Samarinda Terendah



Update Vaksinasi untuk Guru di Kaltim, Kukar Tertinggi dan Samarinda Terendah
Ilustrasi vaksinisasi guru.

SELASAR.CO, Samarinda - Dari data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim hingga 31 Maret 2021 lalu, Samarinda baru melaksanakan vaksinasi sebanyak 531 guru dari total 8.098 guru yang masuk sasaran vaksin di Kota Tepian. 

Hal ini tentu terhitung rendah dibandingkan kota lainnya seperti Kabupaten Kukar yang telah melakukan vaksinasi kepada 5.137 guru dari total sasaran sebanyak 11.479 guru. Dalam data tersebut Balikpapan pun juga telah melakukan vaksinasi guru di atas seribu orang. Total telah ada sebanyak 2.750 guru yang divaksin dari 9.160 guru yang masuk sasaran vaksinasi di Balikpapan. 

Meski begitu, disampaikan Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Kaltim, Setyo B Basuki, data tersebut bisa saja telah berubah karena direkap dua minggu lalu. 

“Data ini belum update karena dilakukan dua minggu yang lalu. Kesulitan kita dalam mengupdate, karena kita harus tanya dahulu satu per satu ke kabupaten/kota,” ujarnya, Kamis (15/4/2021).

(FOTO DATA REKAPITULASI VAKSINASI GURU DI KALTIM)

Berikut persentase capaian vaksinasi kabupaten/kota di Kaltim berdasarkan suntikan vaksin pertama. Kukar 44,7 persen, Kubar 32,6 persen, Balikpapan 30 persen, Bontang 28,4 persen, Paser 12,5 persen, Kutim 15 persen, Samarinda 6,5 persen, PPU (belum ada data), Berau (belum ada data), dan Mahulu (belum ada data).

Dalam data rekapitulasi vaksinasi guru di Provinsi Kaltim ini, terlihat ada beberapa kolom sasaran vaksinasi di Kabupaten PPU, Mahulu, dan Kota Berau masih kosong. Belakangan hal ini karena data tersebut belum disampaikan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota terkait.

Proses rekapitulasi yang dilakukan secara manual dengan menghubungi satu per satu Dinkes Kabupaten/kota, menjadi salah satu sebab proses pendataan yang cukup memakan waktu. Aplikasi rekapitulasi vaksinasi yang disediakan pun tidak spesifik menyediakan dashboard untuk guru, karena tergabung dengan data vaksinasi kategori petugas pelayan publik bersama profesi-profesi lainnya. 

“Jadi agak susah memang dalam mengupdate data itu, karena dalam melihat aplikasinya itu tidak bisa melihat spesifik vaksinasi guru. Dalam data itu kan dibedakan hanya menjadi dua dalam dashboard itu, yaitu lansia dan petugas pelayan publik. Sementara pelayan publik itu bisa ASN, guru, tentara, polisi, dan banyak lagi,” jelasnya.

Ia pun mengaku tidak bisa mendesak kabupaten/kota untuk segera memberikan data detail vaksinasi yang telah dilakukan. “Kami tidak bisa paksa-paksa kabupaten/kota untuk segera kirim, karena mereka juga sedang sibuk vaksinasi,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya