Kutai Kartanegara

Program Pembangunan Pertanian Petani Kukar Distanak Kukar Prokom Kukar 

Program Pertanian Dalam Arti Luas Sukses Meningkatkan Jumlah Petani di Kukar



Salah satu petani Kukar.
Salah satu petani Kukar.

SELASAR.CO, Tenggarong - Program pembangunan pertanian dalam arti luas yang digagas oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah dan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, membuat jumlah para petani di Kukar mengalami peningkatan.

Dari data yang dicatat oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, peningkatan jumlah petani di Kukar cukup drastis dua tahun belakangan ini. Tercatat pada tahun 2020, jumlah petani hanya 35.683. Sedangkan di tahun 2021, jumlah petani di Kukar meningkat menjadi 50.998 orang. Kemudian di tahun 2022, kenaikan terjadi cukup signifikan. Yakni, jumlah petani di Kukar menjadi 55.097 orang.

Sub Koordinator Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Wahib, mengatakan, Sosialisasi mengajak anak-anak muda bertani yang sering dilakukan oleh pihaknya, turut memberikan dampak peningkatan jumlah petani di Kukar. Terlebih lagi, penyuluh pertanian Distanak Kukar, juga aktif dilapangan.
"Penggagas petani milenial juga sudah ada disini," ujar Wahib.

Dia juga menyebutkan, bahwa dunia pertanian di Kukar saat ini sudah jauh lebih berkembang. Karena hampir seluruh kelompok tani di Kukar yang terverifikasi, sudah mendapat bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari pemerintah.
"Jadi bercocok tanam semakin mudah," sebutnya.

Program revolusi jagung yang digagas oleh Pemkab juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani. Apalagi Pemkab Kukar sudah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan untuk pengembangan budidaya jagung dan pemasarannya. Diantaranya, PT Asuransi Central Asia, PT Pupuk Kaltim dan Petrokimia Kayaku.

Salah satu petani jagung di Kukar yang tergabung dalam kelompok tani Saka Makmur, Yedi Febiyantara, menyebutkan, program revolusi jagung yang ditawarkan oleh Pemkab Kukar cukup menjanjikan. Hasil panen jagung juga mudah untuk dipasarkan. Bahkan, para pengepul mengambil langsung hasil panen ke lahan pertanian miliknya.
"Jadi pengepulnya sudah ada, kami tinggal menjual aja lagi," kata pria yang akarb disapa Febi.

Menurutnya, perawatan jagung terbilang mudah, larena usai menam bibit, petani hanya tinggal memberi pupuk dan melakukan penyiraman air saja. Kemudian petani hanya menunggu tiga bulan untuk masa panennya. Satu hektare lahan jagung, hasil panen yang didapatkan oleh petani bisa mencapai lima ton.
"Mudahnya perawatan dan hasil yang lumayan itu salah satu daya tarik masyatakat untuk bertani. Apalagi jagungnya diambil langsung oleh pengepul, jadi kita tinggal nunggu aja," Sebutnya.

Jagung yang dikelola oleh petani Saka Makmur ini merupakan jagung jenis hibrida. Biasanya, jagung ini digunakan untuk kebutuhan pakan ternak.
"Jagung ini biasanya dipakai untuk makan ayam," pungkasnya.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya