Kutai Timur

Bapenda Kutim  Gebyar Pajak Kominfo Kutim PAD Kutim 

Apresiasi Wajib Pajak, Bapenda Kutim Gelar Gebyar Pajak



Badan Bendapatan Daerah (Bapenda), melakukan Gebyar Pajak, yang dilaksanakan di Ruang Meranti Kantor Sekretariat Pemkab Kutim, Rabu (23/11).
Badan Bendapatan Daerah (Bapenda), melakukan Gebyar Pajak, yang dilaksanakan di Ruang Meranti Kantor Sekretariat Pemkab Kutim, Rabu (23/11).

SELASAR.CO, Sangatta – Dalam rangka memberikan penghargaan bagi para wajib pajak (WP) yang telah menyelesaikan kewajibannya membayar pajak. Badan Bendapatan Daerah (Bapenda), melakukan Gebyar Pajak, yang dilaksanakan di Ruang Meranti Kantor Sekretariat Pemkab Kutim, Rabu (23/11). Gebyar pajak  dibuka  Asisten Ekonomi Pembangunan, Zubair.

Gebyar pajak, dihadiri puluhan perserta, termasuk perwakilan dari instansi  vertikal, mulai dari perwakilan Polres, Kodim, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri , Kejari dan pejabat terkait. Dimana mereka ikut ambil bagian memutar undian bagi peserta undian, atau wajib pajak. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Bapenda Kutim Syahfur  melaporkan, gebyar pajak yang dilakukan, dalam rangka memberikan penghargaan bagi para wajib pajak (WP)  yang telah menyelesaikan kewajibannya membayar pajak hingga November.  Terutama wajib pajak  dari sebelas sumber pajak PAD natara lain wajib pajak Hotel, Sarang Burung, Restauran BPHTB dan lain-lain yang mencapai 65133 Wajib Pajak. 

Dimana penghargaan itu diberikan dalam bentuk undian,  dimana setiap wajib pajak mendapat nomor undian, yang diundi di hadapan pejabat instansi vertikal yang hadir dalam alacara tersebut. Dalam undian tersebut para peserta undian mendapat kesepatan untuk mendapatkan hadia utama berupa empat unit motor hinda Beat, serta puluhan barang elektronik lainnya.

“Diharapkan, gebyar pajak ini akan mendorong wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya untuk juga ikut bayar pajak, sehingga gebyar pajak ini menjadi langka awal untuk penerimaan pajak yang lebih baik,” kata Syahfur.

Sementara itu, Zubair mengatakan,  tantangan  Bapenda, dalam melaksanakan tugasnya sangat berat. Sebab,  daerah dikatakan mandiri, jiga Angggaran pendapatan belanja daerah (APBD), sudah lima puluh persen bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“ Sementara saat ini,  Kutai Timur, PADnya hanya berkontribusi sebesar 4 persen bagi APBD. Ini artinya, Bapenda masih harus mengejar target 46 persen,  dari target lima puluh persen APBD, agar Kutim dapat dikatakan mandiri,” katanya.

Agar target itu bisa dicapai, Zubair meminta agar Bapenda tidak hanya berfikir pada sebelas jenis pajak daerah yang dimungkinkan untuk mendapatkan PAD. Namun Bapenda kini harus mulai berfikir, bagaimana memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk meningkatkan PAD sebanyak-banyaknya.

“Jangan andalkan sebelas objek pajak yang ada, tapi harus mulai berfikir keluar dengan memanfaatkan BUMD untuk meningkatkan PAD,” katanya.

Disebutkan, banyak  lahan usaha di Kutim yang bisa digarap Perusda Kutim, agar bisa memberikan kontribusi bagi PAD. Untuk itu, Zubair meminta agar Bapenda, mulai memperbanyak relasi, berdiskusi dengan bebagai pihak termasuk dirinya bagaimana agar BUMD  ini produktif, untung agar memberikan sumber pendapatan bagi daerah,” katanya.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya