Ragam

irwan-fecho Irwan Sumur Bor  Penampungan Air Bersih  Gunung Sari Balikpapan   program Kotaku 

Sebelum Ada Sumur Bor, 21 Tahun Warga Gunung Sari Balikpapan Gunakan Air Tadah Hujan



SELASAR.CO, Balikpapan - Topografi Kota Balikpapan yang berbukit memunculkan banyak persoalan bagi warganya. Salah satunya kesulitan akses air bersih. Hal ini pulalah yang dirasakan oleh warga kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah.

Dijelaskan oleh Ketua RT 35 Sumarno, selama ini warga menggunakan air tadah hujan untuk kebutuhan mandi hingga mencuci. Sementara untuk keperluan konsumsi sehari-hari, warga biasanya membeli air tandon.

"Selama 21 tahun ini warga menggunakan air hujan. PDAM sudah masuk, tapi (alirannya) tidak bisa naik sampai ke rumah," ujar Sumarno.

Akibat sulitnya akses air bersih ini, warga pun harus merogoh koceknya lebih dalam jika dibandingkan dengan berlangganan PDAM. Setidaknya uang sebesar Rp750 ribu harus dikeluarkan oleh warga setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-harinya.

"Kalau untuk minum kita beli satu tandon itu ada yang harga Rp80 ribu sampai Rp100rb. Itu biasanya bertahan hanya untuk 4 hari," terangnya.

Faktor inilah yang menjadi alasan dipilihnya Kelurahan Gunung Sari untuk menerima pembangunan fasilitas sumur bor dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

"Sangat terbantu sekali dengan adanya sumur ini," ucapnya.

PERESMIAN SUMUR BOR

Anggota DPR RI, Irwan kembali melanjutkan agenda resesnya di Daerah Pemilihannya Kalimantan Timur (Kaltim) pada hari ini, Kamis (2/3/2023).

Setelah menyerap aspirasi dan meninjau progres pembangunan infrastruktur dari hasil aspirasinya di Samarinda dan Kukar, kali ini Irwan berdatangan ke Kota Minyak Balikpapan.

Kedatangannya di Balikpapan kali ini juga untuk meresmikan pembangunan sumur bor di Kecamatan Balikpapan Tengah.

"Program Kotaku adalah komitmen pemerintah menyelesaikan permasalah permukiman kumuh perkotaan. Program kotaku ini menjadi yang ketiga di Balikpapan. Tahun 2021 ada 2 Kegiatan, dan tahun ini di lokasi ini," jelas Irwan dalam sambutannya.

Dalam kegiatan kotaku di Kelurahan Gunung Sari difokuskan pada persoalan utama warga setempat yaitu pada pencegahan kebakaran dan permasalahan air bersih.

"Karena itu dibangun hydrant kering dan sumur bor. Kita bisa lihat tadi bukan hanya sumurnya, tapi juga dibangun langsung penampungan airnya dan dialirkan ke rumah-rumah," ungkapnya.

Total ada 3 RT yang terlayani fasilitas sumur bor ini, yaitu RT 35, 29, dan 40. Jika rata-rata satu RT ada 150 KK/rumah, maka setidaknya ada 450 KK/rumah yang akan merasakan manfaat dari sumur bor ini.

"Saya keliling Balikpapan memang masih banyak yang kesulitan akses air bersih. Permasalah di Balikpapan ini kan salah satunya air bersih. Mangkanya jauh sebelum IKN saya sudah dorong untuk melanjutkan progres pembangunan bendungan sepaku semoi, untuk suplai kebutuhan air baku di Balikpapan salah satunya," jabar Irwan.

MAMPU ALIRKAN 2,5 LITER AIR PER DETIK

Dijelaskan oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra, bahwa sumur bor ini terdiri dari 2 tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk proses filtrasi. Lalu kemudian air ditampung pada 3 tandon yang masing-masing berkapasitas 5.500 liter. Air dari penampungan ini lah yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga. Total anggaran yang untuk program pengadaan alat pemadam dan sumur bor ini berkisar Rp500 juta yang bersumber dari APBN.

"Nanti di rumah-rumah warga juga akan ada meteran air. Berapa air yang digunakan nanti akan ditentukan tarifnya oleh masyarakat sendiri. Atau akan ditunjuk kelembagaan yang akan mengatur tarif dan operasionalnya seperti apa," ungkapnya.

Jika biasanya warga di 3 RT tersebut hanya dapat terlayani PDAM 2 jam dalam sehari, dengan adanya fasilitas sumur bor ini masyarakat dapat merasakan aliran air selama 24 jam.

"Ini adalah hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah kota, pemerintah pusat, serta aspirasi dari dewan yaitu pak Irwan," pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya