Kutai Kartanegara

Idul Adha 1444 Hijriah  Hewan Kurban  hari raya kurban  Diskominfo Kukar  Distanak Kukar 

Pasokan Hewan Kurban Dari Pulau Jawa Tidak Direkomendasikan Masuk Kukar



Ilustrasi.
Ilustrasi.

SELASAR.CO, Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak merekomendasikan pasokan hewan kurban yang berasal dari Pulau. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman.

Tidak direkomendasikannya hewan kurban tersebut, lantaran adanya penyakit Lumpy Skin Disiase (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada sapi yang sudah di Pulau Jawa.

"Jadi kalau ada pedagang yang mau memasukan sapi dari Jawa kita tidak akan rekomendasi," ujar Aji Gazali.

Meskipun tidak direkomendasikannya pasokan sapi kurban dari Pulau Jawa, masyarakat tidak perlu khawatir. Distanak Kukar sudah menyiapkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban sejak jauh hari. Total ada sebanyak 4.000 ekor yang akan disediakan untuk memenuhi kebutuhan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah. 4.000 hewan kurban yang disiapkan itu dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan di daerah.

"Untuk wilayah Kukar kebutuhan sapi kurban itu 2.000 ekor, tapi kita menyiapkan 2.500 ekor. Untuk kambing kebutuhannya 750 ekor sampai dengan 1.000 ekor, tapi kita siapkan 1.500 ekor," ungkapnya.

Sebanyak 60 persen hewan kurban dipasok dari peternak lokal yang berasal dari Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Samboja dan Muara Jawa.

"Untuk daerah hulu pasokan sapi kita dari Kecamatan Kota Bangun," sebutnya.

Sedangkan sisanya dipasok dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Sapi yang berasal dari NTT dipastikan aman dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) maupun LSD. Karena NTT disebut memiliki kebijakan untuk melarang sapi luar masuk ke daerahnya. Sehingga, kondisi sapi yang ada di daerah mereka aman dari wabah penyakit yang bisa menular tersebut.

Sedangkan pasokan sapi yang berasal dari Sulsel dianggap aman, lantaran sudah disuntik vaksin wabah PMK sebanyak tiga kali. Meskipun terbilang aman, namun Distanak Kukar akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang disuplai dari daerah tersebut, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap wabah penyakit serta untuk memastikan sapi sehat dan siap untuk dikurbankan.

"Kita periksa sapi-sapi yang dari luar itu kesehatannya, jika nanti ada gejala PMK kita tahan sapinya. Jadi nanti setiap ternak pedagang di periksa dinas," pungkasnya.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya