Ragam

Goa Tolu Liang Sejarah Goa Tolu Liang Goa Tolu Liang Desa Lebangka Desa Lebangka Dispar Kaltim 

Goa Tolu Liang, Destinasi Wisata Alam yang Menakjubkan di Penajam Paser Utara



SELASAR.CO, PPU - Goa Tolu Liang adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Goa ini terletak di Desa Lebangka, Kecamatan Waru, sekitar 60 km dari ibu kota kabupaten, Penajam. Goa Tolu Liang memiliki keindahan stalaktit dan stalagmit alami yang mempesona, serta sejarah yang menarik.

Keindahan Stalaktit dan Stalagmit Alami

Goa Tolu Liang memiliki panjang sekitar 300 meter, dengan lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 10 meter. Goa ini memiliki tiga ruang utama, yaitu ruang pertama yang luas dan terang, ruang kedua yang gelap dan sempit, dan ruang ketiga yang luas dan indah. Di ruang ketiga inilah pengunjung dapat menyaksikan keindahan stalaktit dan stalagmit alami yang beraneka bentuk dan warna. Stalaktit adalah formasi batu kapur yang menjuntai dari langit-langit goa, sedangkan stalagmit adalah formasi batu kapur yang menjulang dari lantai goa. Stalaktit dan stalagmit terbentuk dari proses pengendapan air yang mengandung kalsium karbonat selama ribuan tahun.

Beberapa bentuk stalaktit dan stalagmit yang dapat ditemukan di Goa Tolu Liang antara lain adalah bentuk gajah, naga, singa, kura-kura, bunga, dan lain-lain. Pengunjung dapat berimajinasi dan menikmati keindahan alam yang luar biasa di goa ini. Selain itu, goa ini juga memiliki beberapa kolam air yang jernih dan segar, yang dapat digunakan untuk berendam atau bermain air.

Sejarah Goa Tolu Liang

Goa Tolu Liang memiliki sejarah yang menarik, terutama terkait dengan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Nama goa ini berasal dari bahasa Banjar, yang berarti goa tiga lubang. Hal ini karena goa ini memiliki tiga pintu masuk, yaitu pintu utama yang besar, pintu kedua yang kecil, dan pintu ketiga yang tersembunyi. Pintu ketiga ini dulunya digunakan oleh pejuang Indonesia sebagai tempat bersembunyi dan berlatih senjata saat melawan Belanda. Di dalam goa ini, terdapat beberapa bekas peluru dan senjata api yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia.

Selain itu, goa ini juga memiliki nilai religius, karena di dalamnya terdapat sebuah gua kecil yang dianggap sebagai tempat keramat oleh masyarakat sekitar. Di gua kecil ini, terdapat sebuah batu yang berbentuk seperti lingga dan yoni, yang merupakan simbol kesuburan dalam agama Hindu. Masyarakat sekitar percaya bahwa goa ini memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan berkah bagi mereka yang berdoa di sana.


Fasilitas dan Aksesibilitas

Goa Tolu Liang merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer di PPU, terutama bagi para pecinta alam dan sejarah. “Goa ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti jembatan kayu, tangga, penerangan, toilet, dan tempat parkir. Selain itu, goa ini juga memiliki beberapa penginapan dan warung makan di sekitarnya, yang dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin menginap atau bersantap,” tulis Sutrisno, Kepala Sekolah di Babulu kabupaten Penajam Paser Utara dalam salah satu tulisannya.

Untuk mencapai goa ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum dari Penajam. Jika menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung dapat mengikuti jalan raya Penajam-Waru, kemudian belok ke kiri di Desa Lebangka, dan mengikuti jalan setapak sekitar 2 km. Jika menggunakan kendaraan umum, pengunjung dapat naik angkutan desa dari Penajam ke Waru, kemudian turun di Desa Lebangka, dan berjalan kaki sekitar 2 km. Biaya masuk ke goa ini adalah Rp 10.000 per orang.

Goa Tolu Liang adalah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam dan sejarah yang menarik. Goa ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam yang sejuk dan tenang, serta belajar tentang perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Goa ini juga dapat menjadi alternatif wisata bagi pengunjung yang bosan dengan pantai atau gunung. Goa Tolu Liang adalah salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya