Kutai Timur

Bahaya Money Politik  Money Politik politik uang DPRD Kukar 

Wakil Ketua DPRD Kutim Minta KPU Gencar Sosialisasikan Bahaya Money Politik



 SELASAR.CO, Sangatta - Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur (Kutim), Arfan, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk terus gencar menyosialisasikan bahaya money politik kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Arfan saat mengikuti rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dalam upaya menyukseskan pemilu damai 2024 di Hotel Royal Victoria, Senin (20/11).

Arfan mengatakan, money politik merupakan salah satu ancaman serius bagi demokrasi. Ia khawatir, praktik money politik dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu.

"Money politik dapat merusak demokrasi karena dapat mempengaruhi pilihan masyarakat. Masyarakat yang menerima uang dari paslon tertentu akan cenderung memilih paslon tersebut," kata Arfan.

Oleh karena itu, Arfan meminta KPU untuk terus meningkatkan sosialisasi bahaya money politik kepada masyarakat. Ia berharap, sosialisasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai media, baik konvensional maupun digital.

"Sosialisasi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Masyarakat harus benar-benar memahami bahaya money politik," ujarnya.

Selain itu, Arfan juga berharap KPU dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencegah praktik money politik. Ia berharap, KPU dapat berkoordinasi dengan pemuka agama, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya money politik.

"Mari kita bersama-sama mencegah praktik money politik. Kita harus memastikan bahwa pemilu 2024 berjalan dengan jujur, adil, dan transparan," tutupnya.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya