Utama
DPD Partai Demokrat irwan-fecho Partai Demokrat Demokrat Kaltim PSU Mahulu Pemungutan suara ulang Pilbup Mahulu 
Demokrat Siapkan Paslon Baru PSU Mahulu, Yakin Putusan MK Tak Pengaruhi Hasil

SELASAR.CO, Samarinda - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat, Irwan, menegaskan komitmen partainya bersama koalisi untuk segera mencari pengganti terbaik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mendiskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Mahakam Ulu nomor urut 3, Owena Mayang Shari Belawan dan Stanislaus Liah. Pasangan ini sebelumnya diusung oleh Demokrat, PKB, dan PAN.
"Putusan MK ini mengikat untuk dilaksanakan, dan kami tentu akan membicarakannya bersama partai koalisi untuk mendiskusikan calon pengganti terbaik. Yang terpenting adalah menghadirkan kader-kader terbaik yang punya ambisi dan komitmen untuk membangun Mahakam Ulu menjadi lebih baik ke depan," ujar Irwan saat dihubungi via sambungan telepon pada hari ini, Senin (25/2/2025).
Irwan menekankan bahwa fokus utama bukan semata-mata pada kekuasaan, tetapi pada upaya menghadirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan Mahakam Ulu sebagai daerah perbatasan. "Kita melihat tantangan di Mahulu karena perbatasan, sehingga butuh pemimpin terbaik untuk akselerasi pembangunan ke depan. Kami akan bicarakan ini dengan mitra partai koalisi," lanjutnya.
Mengenai nama calon pengganti, Irwan belum memberikan bocoran. "Menurut saya, yang penting kita hadirkan calon terbaiknya. Bukan bicara menang dan meraih kekuasaannya saja," katanya.
Berita Terkait
Ia optimistis bahwa musyawarah dengan partai koalisi tidak akan memakan waktu lama. "Saya pikir, musyawarah bersama partai koalisi ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Secepatnya kita akan cari pengganti terbaik," ujarnya.
Irwan juga menyinggung soal kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat dan koalisinya. "MK ini kan tempat mereka yang ingin mencari keadilan, tapi kalau aspirasi rakyat sebenarnya sudah tergambar dari hasil Pilkada lalu. Mereka percaya kepada kader Partai Demokrat dan partai koalisi yang lain untuk memimpin Mahulu. Jadi, menurutku nanti siapapun yang kita tawarkan ke masyarakat Mahulu, insya Allah mereka pasti kembali percaya," ungkapnya dengan optimis.
Ia menegaskan bahwa putusan MK tidak akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap calon pengganti. "Kami melihat masyarakat Mahulu harapannya akan sama dengan memberikan suaranya kepada kader-kader Partai Demokrat bersama koalisi," pungkas Irwan.
Pilkada Mahakam Ulu 2024 menjadi perhatian khusus mengingat dinamika politik yang terjadi. Diskualifikasi pasangan calon nomor urut 3 oleh MK membuka babak baru dalam persiapan pesta demokrasi tersebut.
Awalnya, KPU Mahakam Ulu telah menetapkan pasangan Owena-Stanislaus sebagai pemenang dengan perolehan 9.930 suara.
Namun, hasil ini digugat oleh pasangan Novita Bulan dan Artya Fathra Marthin yang menuding adanya praktik penggelembungan suara dan penghilangan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Selain mendiskualifikasi pasangan nomor urut 3, MK memerintahkan KPU untuk mengadakan pemungutan suara ulang dengan tetap menggunakan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang digunakan saat pemungutan suara sebelumnya pada 27 November 2024.
PSU nantinya hanya akan diikuti oleh pasangan calon Drs. Yohanes Avun dan Drs. Y. Juan Jenau, pasangan Novita Bulan dan Artya Fathra Marthin, serta pasangan calon baru yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang sebelumnya mengusung Owena-Stanislaus. MK juga memerintahkan agar PSU dilaksanakan paling lambat tiga bulan setelah putusan dibacakan.
Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan