Utama
Sidak SPBU Motor Brebet  Mobil Brebet  BBM Oplosan  Sidak SPBU di Samarinda  Penyebab Motor Brebet  Pertamax Oplosan   Pertalite Oplosan 
Gubernur Mas'ud Bilang Sesuai Standar, Tapi Motor Warga Mogok Dua Kali Usai Isi BBM di SPBU Berbeda

SELASAR.CO, Samarinda - Dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan yang beredar di Samarinda dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih menjadi tanda tanya besar saat ini. Pemerintah bersama aparat dan Pertamina mengklaim bahwa BBM dari SPBU di Samarinda sesuai standar ditetapkan. Tapi kenyataan di lapangan, masih ada saja warga yang kendaraannya mogok usai mengisi BBM.
Salah satu warga Samarinda yang ditemui Selasar, merasa kecewa atas apa yang dialami kendaraan roda duanya.
Joni (bukan nama sebenarnya) mengaku motornya bermasalah usai melakukan pengisian BBM di sejumlah SPBU di Samarinda. Bukan sekali, tapi dua kali, di SPBU berbeda.
“Beberapa hari lalu sekitar dua atau tiga hari kemarin motor saya itu brebet kaya sinjal begitu, setelah itu saya bawa ke bengkel. Dari bengkel saya harus mengganti fuel pump dan filter pompa bensin karena bensin saya dianggap tidak bagus,” ujarnya.
Berita Terkait
Saat itu dia mengisi BBM jenis pertamax di SPBU Kesuma Bangsa. Setelah perbaikan, motor Scoopy keluaran 2025 miliknya bisa kembali mengaspal.
Namun, setelah beberapa hari, motor Joni kembali mengalami nasib yang sama, brebet dan mogok. Ia mengaku terakhir mengisi di SPBU kawasan Sambutan (Pelita 2).
“Saya terakhir isi di pom bensin Pelita 2 yang di bawah Gunung Manggah itu, isinya Pertamax Turbo lagi, tapi motor saya brebet lagi dan saya kuras akhirnya pada malamnya (Jumat 4 April 2025),” ucapnya.
Joni dibantu rekannya saat menguras BBM. Ia mendapati warna yang agak berbeda dari seharusnya. Pertamax Turbo biasanya berwarna merah seperti sirup, tetapi bahan bakar yang dikeluarkan dari tangki motornya itu berwarna kecoklatan seperti teh.
“Aneh warnanya ini tidak merah seperti biasanya. Karena kesal, setelah saya kuras, saya buang itu Pertamax Turbo, terus saya cobalah isi di warung bensin yang botolan itu, yang pertalite saya isi, setelah itu motor saya kembali normal,” ujarnya menjelaskan.
Redaksi Selasar pun mencari tahu kebenaran informasi Joni dengan melakukan pembelian pertamax turbo di SPBU kawasan Sambutan Pelita 2, pada Sabtu (5/4/2025) pada pukul 14.24 Wita.
Pertamax turbo kami ambil menggunakan selang bensin dan ditumpahkan di botol untuk melihat bagaimana rupa dari BBM ini. Hasilnya, memang seperti seduhan teh.
Sebelumnya, diketahui, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Pertamina melakukan sidak ke SPBU pada Sabtu (5/4/2025) pagi. Sidak ini pihaknya menyatakan bahwa BBM sudah sesuai standar.
Penulis: Boy
Editor: Awan