Utama

ambulans terapung mahulu bantuan ambulans terapung ambulan terapung mahulu 

Gubernur Mas’ud Serahkan Ambulans Terapung dan Bantuan Strategis ke Mahakam Ulu



Ambulans terapung yang diserahkan Pemprov Kaltim kepada Kabupaten Mahulu. (foto: istimewa)
Ambulans terapung yang diserahkan Pemprov Kaltim kepada Kabupaten Mahulu. (foto: istimewa)

SELASAR.CO, Mahulu - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyerahkan satu unit ambulans terapung dan sejumlah bantuan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Rabu (7/1/2026). Penyerahan dilakukan dalam rangka kunjungan kerja hari kedua ke wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Bantuan diserahkan di Pelabuhan Ujoh Bilang dan diterima langsung oleh Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah Harum, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Pada sektor kesehatan dan penanggulangan bencana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan satu unit ambulans terapung senilai Rp1,7 miliar dari Dinas Kesehatan Kaltim, satu unit kapal evakuasi cepat, lima unit perahu polietilena lengkap dengan mesin tempel, serta satu unit ekskavator mini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim.

Selain itu, bantuan juga diberikan pada sektor pariwisata berupa satu unit panggung kesenian dan satu unit toilet biotek dari Dinas Pariwisata Kaltim untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Batu Majang, Kabupaten Mahakam Ulu.

Gubernur Mas’ud mengatakan, penyerahan ambulans terapung dan peralatan penanggulangan bencana ditujukan untuk memperkuat layanan dasar serta kesiapsiagaan daerah, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang didominasi jalur sungai.

Menurutnya, keberadaan ambulans terapung diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan jangkauan pelayanan kesehatan darurat bagi masyarakat yang tinggal di kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. Jaya Mualimin menyebutkan, pengadaan ambulans terapung atau speed ambulance menjadi solusi penting bagi Mahakam Ulu yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Ia menjelaskan, biaya pengadaan satu unit speed ambulance mencapai sekitar Rp1,8 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan ambulans darat yang berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta per unit. Namun, penggunaan ambulans darat dinilai tidak efektif untuk wilayah yang sebagian besar hanya dapat dijangkau melalui sungai.

“Karakteristik wilayah Mahakam Ulu memang menuntut sarana transportasi air. Karena itu, speed ambulance diprioritaskan untuk daerah ini,” kata Jaya.

Ia menambahkan, pengadaan ambulans terapung merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait kesulitan rujukan pasien akibat keterbatasan sarana transportasi kesehatan. Untuk operasional dan perawatan, ambulans tersebut akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Kesehatan setempat.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya