Utama

PLTS Komunal kutim plts kutim 

PLTS Komunal Tersambar Petir, Desa Pulau Miang Kutim Gelap Gulita Selama 15 Hari



PLTS Komunal Tersambar Petir, Desa Pulau Miang Kutim Gelap Gulita Selama 15 Hari. (foto: selasar/Bonar)
PLTS Komunal Tersambar Petir, Desa Pulau Miang Kutim Gelap Gulita Selama 15 Hari. (foto: selasar/Bonar)

SELASAR.CO, Sanggata – Sudah 15 hari terakhir, warga Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) harus hidup dalam kegelapan. Hal ini terjadi setelah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal yang menjadi sumber energi utama desa tersebut rusak parah akibat tersambar petir saat hujan lebat melanda wilayah tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pulau Miang, Agus, mengonfirmasi bahwa fasilitas kelistrikan yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut sudah tidak berfungsi sejak sekitar dua pekan lalu.

“Sekitar 15 hari lalu PLTS itu rusak, informasinya karena petir,” ujar Agus saat dihubungi dari Sangatta belum lama ini.

Selama ini, PLTS Komunal berkekuatan 50 kWp tersebut merupakan urat nadi bagi 112 kepala keluarga (KK) di Desa Pulau Miang. Fasilitas bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini digunakan warga secara gratis dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Lumpuhnya PLTS ini praktis membuat aktivitas warga terhambat, mengingat posisi Desa Pulau Miang yang merupakan desa wisata dan sangat bergantung pada ketersediaan listrik untuk kebutuhan harian.

Pemerintah desa bersama warga telah melakukan pengecekan teknis untuk mengidentifikasi kerusakan. Berdasarkan koordinasi dengan teknisi atau pihak perakit awal, ditemukan adanya komponen vital yang hangus terbakar dan harus segera diganti.

Namun, upaya perbaikan menemui kendala besar. Suku cadang yang dibutuhkan dikabarkan tidak tersedia di dalam negeri. “Dari pihak pertama yang merakit PLTS menyampaikan ada alat yang harus diganti. Barang itu harus dibeli dari luar negeri infonya,” ungkap Agus.

Mengingat biaya dan prosedur pengadaan alat yang rumit, Pemerintah Desa Pulau Miang kini berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Warga berharap proses perbaikan tidak memakan waktu terlalu lama agar aktivitas ekonomi dan sosial di desa wisata tersebut bisa kembali normal.
“Semoga bisa kembali bagus lagi lah PLTS ini, soalnya masyarakat susah mendapatkan akses listrik kalau ini kelamaan rusak,” tutupnya.

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya