Utama
KSOP Samarinda soal fender jembatan ditabrak kepala ksop samarinda 
Fender Jembatan Mahulu Berkali-kali Ditabrak, KSOP Samarinda Klaim Tambah Kapal Pengawal Bisa Antisipasi
SELASAR.CO, Samarinda — Fender pengaman Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali rusak usai ditabrak tongkang batu bara pada Minggu, 25 Januari 2025. Insiden ini menjadi kejadian ketiga dalam kurun waktu sebulan terakhir, setelah peristiwa serupa terjadi pada 23 Desember dan 4 Januari.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Mursidi, menyatakan pihak penabrak telah menyampaikan kesiapan untuk bertanggung jawab atas seluruh kerusakan, termasuk penggantian fender yang terdampak.
“Yang jelas, setiap kejadian ada tanggung jawab. Penabrak sudah menyatakan siap mengganti kerusakan, termasuk kejadian-kejadian sebelumnya,” ujar Mursidi, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, peristiwa terakhir bermula saat rangkaian kapal dan tongkang bermuatan batu bara melakukan manuver di alur Sungai Mahakam pada dini hari. Dalam proses tersebut, tongkang diduga menyenggol buoy atau labu tambat yang menahan kapal lain, sehingga tali tambat putus dan kapal hanyut terbawa arus.
Tongkang yang lepas kendali itu kemudian menghantam fender pengaman serta bagian pilar Jembatan Mahulu. Sejumlah kapal bantu dikerahkan untuk mengamankan kondisi dan menarik tongkang ke lokasi aman hingga situasi dinyatakan terkendali.
Menurut Mursidi, kejadian berulang ini tidak lepas dari persoalan penumpukan kapal akibat pembatasan jam pengolongan. Selama ini, pengolongan kapal umumnya hanya dilakukan pada waktu tertentu saat air pasang.
“Kami minta BUP (Badan Usaha Pelabuhan, operator layanan pemanduan dan penundaan kapal) untuk memperbaiki kinerja. Ke depan, pengolongan bisa dilakukan 24 jam selama kedalaman air memungkinkan,” jelasnya.
KSOP Samarinda mengklaim, salah satu langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang adalah dengan memperkuat pengawalan kapal. Penguatan itu dilakukan melalui penambahan escort atau kapal pengawal yang bertugas mengamankan pergerakan kapal utama) dan tug assist atau kapal yang membantu manuver kapal, terutama saat arus kuat atau air surut.
“Pada dasarnya, saat air surut pun kedalaman masih mencukupi. Hanya perlu penambahan asis sebagai pengawalan agar kapal tetap aman,” kata Mursidi.
Terkait nilai kerusakan fender, KSOP akan menggelar pertemuan internal bersama dinas terkait untuk menghitung besaran ganti rugi. Ia memastikan fender yang rusak atau hilang akan dibangun kembali di sekitar Jembatan Mahulu.
“Kebijakan tetap berlayar tetap berjalan, dengan penambahan eskor dan asis sebagai pengganti fender yang rusak, supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Mursidi.
Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

