Politik
muswil ppp kaltim dpc ppp kubar 
Muswil X PPP Kaltim Memanas: DPC Kubar Protes Pengajuan Mimi Meriami Tak Diakomodir
SELASAR.CO, Samarinda – Musyawarah Wilayah (Muswil) X Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu (4/2/2026), diwarnai protes dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Kutai Barat (Kubar). DPC Kubar menyatakan dukungan terhadap Mimi Meriam sebagai calon Ketua DPW PPP Kaltim periode 2026–2030, namun aspirasi tersebut tidak terakomodasi dalam forum Muswil.
Ketua DPC PPP Kubar, Yuliadi, mengungkapkan bahwa sejak awal jalannya Muswil dinilai telah dikuasai oleh kelompok tertentu yang solid mengamankan kepentingan kubu Agus Suparmanto. Kondisi tersebut membuat pihaknya tidak memiliki ruang untuk memperjuangkan dukungan terhadap Mimi Meriami, yang merupakan mantan anggota DPRD Kaltim asal Balikpapan.
“Secara forum kami memang kalah jumlah. Mereka sudah solid sejak awal, sementara saya praktis sendiri. Kalau voting dilakukan, pasti kalah,” ujar Yuliadi usai Muswil.
Ia menyebut, dominasi kelompok tertentu membuat suasana forum tertekan, sehingga DPC yang berbeda sikap politik sulit menyuarakan pandangan secara terbuka. Bahkan, menurutnya, sejumlah tahapan Muswil tidak dijalankan sesuai prosedur.
Yuliadi menilai proses pembentukan tim formatur juga tidak merepresentasikan seluruh kekuatan DPC di Kaltim. Seluruh formatur disebut berasal dari kelompok yang sama, sehingga peluang mengusulkan calon ketua dari luar kubu tersebut nyaris tertutup.
Meski demikian, Yuliadi mengaku telah memperoleh penjelasan dari Wakil Sekretaris Jenderal PPP bahwa usulan calon ketua DPW tidak harus melalui tim formatur. DPP PPP, kata dia, tetap memiliki kewenangan menetapkan ketua wilayah di luar rekomendasi Muswil.
“Karena itu kami akan melaporkan langsung ke DPP. Kami sampaikan secara tertulis dan lisan bahwa DPC Kubar mengusulkan Ibu Mimi Meriami sebagai calon Ketua DPW PPP Kaltim,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya menilai pelaksanaan Muswil X PPP Kaltim cacat prosedural, karena sejumlah mekanisme organisasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Protes sempat disampaikan dalam forum, namun tidak memengaruhi jalannya sidang.
Untuk saat ini, dukungan terhadap Mimi Meriami baru datang secara resmi dari DPC Kubar beserta sebagian pengurus harian. Yuliadi mengaku tidak ingin mengklaim dukungan dari cabang lain sebelum ada pernyataan terbuka.
“Yang pasti hari ini baru satu DPC, yakni Kutai Barat. Kami tidak mau mengklaim lebih,” ujarnya.
Situasi internal PPP Kaltim tak lepas dari konflik nasional partai berlambang Ka’bah tersebut. PPP tengah menghadapi dualisme kepemimpinan pasca-Muktamar X di Ancol, Jakarta, pada 29 September 2025, yang melahirkan dua kubu, yakni pendukung Agus Suparmanto dan kubu Muhamad Mardiono.
DPC PPP Kutai Barat secara terbuka berada di barisan pendukung Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP. Sementara itu, DPW PPP Kaltim sebelumnya diketahui menolak pengesahan Mardiono oleh Kementerian Hukum dan HAM dan cenderung berada di kubu Agus Suparmanto.
Perbedaan sikap politik inilah yang dinilai Yuliadi turut memengaruhi dinamika Muswil X PPP Kaltim, termasuk tidak terakomodasinya dukungan terhadap Mimi Meriami sebagai calon Ketua DPW.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

