Politik

dprd kaltim gerindra kaltim kutai kartanegara akhmed reza fachlevi 

Reza Fachlevi: Pasar dan Dunia Usaha Pilar Demokrasi Ekonomi



SELASAR.CO, Kukar — Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-12 yang digelar di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Minggu, 21 Desember 2025, menyedot perhatian warga. Dari pelaku UMKM hingga ibu rumah tangga, peserta dari berbagai usia tampak antusias mengikuti kegiatan yang diinisiasi Anggota DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi.

Dalam forum bertema “Hak dan Kewajiban Pasar serta Dunia Usaha” itu, Reza Fachlevi menekankan pentingnya literasi ekonomi di tengah masyarakat. “Pasar dan dunia usaha adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Jika masyarakat memahami hak dan kewajibannya, aktivitas ekonomi akan berjalan lebih adil,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim itu.

Ia menyoroti dinamika pasar yang terus bergerak mengikuti arus teknologi, kebijakan pemerintah, hingga gejolak ekonomi global. Menurutnya, masyarakat perlu adaptif terhadap berbagai bentuk pasar—dari persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, hingga pasar digital dan virtual.

Sesi dilanjutkan dengan paparan Endro S. Efendi, alumnus Lemhanas RI, yang menyoroti tanggung jawab sosial pelaku usaha. “Pengusaha bukan sekadar menjual barang. Mereka juga punya tanggung jawab membangun lingkungan sosialnya,” kata Endro.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan pajak sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilainya sebagai instrumen penting untuk memperkuat relasi antara dunia usaha dan masyarakat. “Transparansi dalam afiliasi usaha juga krusial agar relasi bisnis lebih akuntabel,” ujarnya.

Endro tak menampik bahwa pelaku usaha menghadapi tantangan besar—dari menjaga akuntabilitas, mengikuti perkembangan teknologi, hingga menyesuaikan diri dengan selera konsumen yang terus berubah. “Kuncinya ada pada tata kelola yang baik dan kemauan untuk beradaptasi,” katanya.

Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Para peserta mengajukan pertanyaan seputar persaingan pasar, peluang ekonomi digital, hingga strategi memperkuat usaha lokal.

“Ketika masyarakat memahami perilaku pasar, mereka ikut memperkuat demokrasi. Melek ekonomi membuat daerah lebih siap menghadapi perubahan,” Endro menutup diskusi.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya