Utama

puskesmas batuah bayi meninggal di puskesmas batuah 

Puskesmas Batuah Diduga Lalai, Bayi 6 Bulan Meninggal Diduga Tak Dapat Oksigen Maksimal



Detik-detik bayi berusia 6 bulan mengalami sesak nafas namun tak mendapat layanan oksigen di Puskesmas Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara.
Detik-detik bayi berusia 6 bulan mengalami sesak nafas namun tak mendapat layanan oksigen di Puskesmas Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara.

SELASAR.CO, Kukar – Kematian seorang bayi berusia enam bulan di Desa Batuah menuai sorotan. Keluarga korban menduga adanya kelalaian dalam pelayanan medis di puskesmas setempat, terutama terkait pemberian oksigen saat kondisi anak dalam keadaan kritis.

Kuasa hukum keluarga korban, Titus Tibayan Pakalla, menyampaikan dugaan tersebut muncul setelah melihat rangkaian penanganan yang dinilai tidak maksimal, khususnya saat korban mengalami sesak napas.

“Kami melihat ada dugaan kelalaian dalam pelayanan. Ini menyangkut kesiapan fasilitas yang seharusnya selalu siap pakai,” ujar Titus saat ditemui pada Sabtu (21/2/2026).

Salah satu yang disorot yakni kondisi tabung oksigen yang disebut tidak berfungsi optimal saat hendak digunakan. Pihak keluarga mempertanyakan apakah pemeriksaan berkala terhadap peralatan vital tersebut benar-benar dilakukan.

“Kalau satu tabung bermasalah, seharusnya bisa diganti dengan yang lain. Tidak masuk akal kalau semuanya dalam kondisi tidak bisa digunakan,” tegasnya.

Selain persoalan oksigen, keluarga juga menyoroti kesiapsiagaan layanan darurat. Saat hendak dilakukan rujukan ke rumah sakit, ambulans tidak dapat segera digunakan karena sopir tidak berada di tempat. Menurut Titus, kondisi darurat tidak mengenal waktu sehingga fasilitas dan petugas harus dalam keadaan siaga.

“Pasien datang tidak bisa diprediksi, apalagi dini hari. Seharusnya ambulans dan sopir dalam posisi siaga,” katanya.

Pihak keluarga menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum, baik melalui jalur pidana maupun laporan terkait dugaan maladministrasi pelayanan publik. Mereka juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas.

“Kami akan menempuh langkah hukum yang tersedia agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.


Kronologi Kematian Bayi di Puskesmas Batuah

Berdasarkan keterangan keluarga, bayi tersebut mulai mengalami sakit pada Sabtu. Memasuki dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, kondisi anak memburuk dengan demam tinggi disertai sesak napas sehingga orang tua membawanya ke puskesmas.

“Anak datang dalam kondisi demam tinggi dan sesak. Itu situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat,” jelas Titus.

Setibanya di puskesmas, tenaga medis melakukan pemeriksaan awal berupa pengecekan suhu tubuh dan upaya pemberian bantuan oksigen. Namun dalam proses tersebut, keluarga menduga oksigen tidak dapat diberikan secara maksimal karena tabung mengalami kendala.

Menurut keluarga, bayi berada di puskesmas sekitar 40 hingga 50 menit dengan tindakan yang dinilai terbatas.

“Kurang lebih hampir satu jam di puskesmas. Yang terlihat hanya cek suhu dan mencoba memperbaiki tabung oksigen,” ujarnya.

Ketika hendak dirujuk, ambulans tidak dapat segera digunakan karena sopir tidak berada di lokasi. Orang tua korban akhirnya membawa anaknya menggunakan mobil pribadi menuju rumah sakit terdekat.

Namun belum jauh meninggalkan area puskesmas, bayi tersebut diduga telah meninggal dunia dan kemudian dinyatakan wafat setibanya di rumah sakit.

“Belum terlalu jauh dari puskesmas, anak sudah tidak bergerak. Di rumah sakit dipastikan sudah meninggal dalam perjalanan,” tutup Titus.

Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya