Utama
berita pln pln samarinda pln kalimantan 
PLN Transparan Sampaikan Ganti Rugi Lahan SUTT Muara Wahau–Sangatta di Kutai Timur
SELASAR.CO, Samarinda - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) berkomitmen mengedepankan transparansi dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur kelistrikan. Melalui Unit Pelaksana Proyek KLT 2, PLN menyosialisasikan nilai ganti rugi tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Muara Wahau–GI Sangatta kepada warga terdampak di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.
Sosialisasi penentuan nilai ini digelar maraton di dua lokasi, yakni di Desa Muara Pantun pada Kamis (11/6/2026) dan Desa Juk Ayaq pada Jumat (12/6/2026). Langkah tatap muka ini diambil guna memastikan keterbukaan informasi, kejelasan proses, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku.
Nilai ganti rugi yang disampaikan kepada pemilik lahan merupakan hasil penilaian objektif dan independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Selama kegiatan berlangsung, warga diberikan ruang untuk berdialog dan menyampaikan pertanyaan langsung terkait mekanisme pencairan dana serta tahapan proyek selanjutnya.
Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, menegaskan bahwa pemenuhan hak masyarakat merupakan prioritas utama PLN di samping mengejar target keandalan interkoneksi listrik.
Berita Terkait
“Melalui pertemuan langsung ini, PLN ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai nilai ganti rugi, mekanisme pembayaran, serta tahapan berikutnya. Kami mengedepankan komunikasi yang terbuka agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, adil, dan tidak mengesampingkan kepentingan warga,” ujar Jefry.
Jefry menambahkan, proyek SUTT 150 kV GI Muara Wahau–GI Sangatta ini memegang peran vital dalam memperkuat sistem kelistrikan di Kutai Timur. Pasokan daya yang stabil diproyeksikan akan mendongkrak denyut ekonomi lokal, mengoptimalkan pelayanan publik, serta menunjang aktivitas harian masyarakat.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan kecamatan dan desa, mulai dari Camat Telen Margawaty, Sekretaris Camat Kaspul Anwar, Kepala Desa Muara Pantun Muhammad Ali Firdaus, Kepala Desa Juk Ayaq Halim Iskandar, hingga unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Camat Telen, Margawaty, menyambut baik langkah persuasif dan transparan yang ditunjukkan oleh pihak PLN. Menurutnya, ruang dialog yang inklusif seperti ini sangat penting untuk meminimalisasi salah paham di tingkat tapak.
“Kami berharap proses ini dapat berjalan lancar, tertib, dan tetap mengedepankan komunikasi yang baik. Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan wilayah Kecamatan Telen dan Kabupaten Kutai Timur,” harap Margawaty.
Melalui sinergi kokoh antara korporasi, pemerintah daerah, dan warga, PLN UIP KLT optimistis kehadiran jaringan transmisi SUTT 150 kV ini tidak hanya sekadar mengalirkan daya, tetapi juga mengalirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Kutai Timur.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

