Pendidikan
SPMB disdik samarinda Disdik Samarinda TRC-PPA 
Puluhan Anak di Samarinda Terancam Tak Sekolah Akibat Sistem SPMB, TRC-PPA dan Orangtua Geruduk Dinas Pendidikan
SELASAR.CO, Samarinda - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kota Samarinda tahun ini menuai keluhan masif dari para orangtua murid. Didampingi oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim, puluhan wali murid mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda untuk mempertanyakan nasib pendidikan anak mereka yang terancam putus sekolah.
Gerakan mengadu massal ini diinisiasi oleh Ketua TRC-PPA Kaltim, Rina Zainun, setelah dirinya menerima banyak laporan dan tag dari masyarakat di berbagai platform media sosial mengenai karut-marut hasil SPMB.
"Banyak orang tua mengeluh karena anak mereka tidak dapat sekolah. Ada yang sudah terlempar dari enam sekolah, sembilan sekolah, bahkan ada yang sama sekali tidak mendapatkan kuota sekolah negeri," ujar Rina Zainun saat ditemui, Senin (29/6/2026).
Menurut Rina, jika anak-anak ini terus tertolak oleh sistem, maka kekhawatiran terbesar orang tua adalah anak mereka tidak bisa melanjutkan sekolah. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi berkecukupan, sekolah swasta bisa menjadi alternatif langsung. Namun, hal itu menjadi jalan buntu bagi warga yang kurang mampu.
Berita Terkait
Rina mencontohkan salah satu kasus miris yang menimpa seorang ibu tunggal (single mom) di kawasan Palaran. Akibat sistem SPMB, anaknya justru diterima di sekolah yang berlokasi di Samarinda Seberang.
"Ibu ini 'single mom' dan tidak punya kendaraan. Bagaimana cara mengantar anaknya? Padahal esensi dari sistem zonasi ini kan ditetapkan agar memperdekat jarak dan mempermudah orang tua. Nah, kalau realitanya jauh seperti ini bagaimana? Yang paling miris, sekarang banyak yang tidak dapat sekolah sama sekali," tegasnya.
Kedatangan rombongan yang diikuti oleh lebih dari 40 orang tua murid tersebut diterima langsung oleh pejabat Disdik Samarinda yang membidangi sektor SD dan SMP di lantai 4. Dalam pertemuan tersebut, para orang tua diberikan ruang untuk menyampaikan keluh kesah mereka langsung kepada pihak dinas.
Mengenai solusi konkret, Rina menjelaskan bahwa pihak Dinas Pendidikan telah meminta para orang tua untuk mengumpulkan berkas administrasi penunjang guna dilakukan evaluasi manual.
"Dari Dinas Pendidikan meminta kita untuk mengumpulkan Kartu Keluarga (KK), bukti daftar, kemudian bukti penolakannya. Insya Allah akan diakomodir oleh pihak Dinas Pendidikan. Mereka meminta waktu tiga hari dari hari ini," jelas Rina.
Pihak TRC-PPA Kaltim berkomitmen untuk mengawal penuh kasus ini. Seluruh berkas dari puluhan orang tua murid yang terdampak rencananya akan diserahkan secara kolektif ke Disdik Samarinda besok pagi, dengan harapan anak-anak tersebut bisa dimasukkan ke sekolah negeri terdekat yang kuotanya masih memungkinkan.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

