Kutai Kartanegara

obat herbal sembuh corona obat covid-19 Pemkab Kukar 

Pria Kukar Klaim Temukan Obat Herbal untuk Covid-19, ODP Langsung Membaik dalam 3 Hari



Pria Kukar Klaim Temukan Obat Herbal untuk Covid-19, ODP Langsung Membaik dalam 3 Hari
Zeffri Evrien

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara – Seorang warga Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), mengklaim menemukan obat herbal yang dapat menyembuhkan Coronavirus Disease (Covid-19).

Pria tersebut bernama Zeffri Evrien, yang memiliki klinik pengobatan tradisional di Tenggarong. Zeffri mengaku obat yang bisa menyembuhkan Covid-19 tersebut sudah digunakan sejak tahun 1980. Hanya saja, sebelumnya obat tersebut digunakan untuk penyakit lain.

“Kami menemukan herbalnya itu untuk kekebalan tubuh, dan anti-virusnya. Kemudian kami lengkapi lagi dengan mengobati kerusakan yang ditimbulkan Covid, dari paru-paru, jantung, liver, sampai ke otak dan mata,” ujar Zeffri.

Ia mengatakan bahan baku obat herbal ini didatangkan dari Jepang, China, dan Korea Selatan. Namun, ia tidak merincikan secara detail apa saja bahan baku yang ada di dalam obat herbal tersebut. “Ada gingseng, namun beberapa bahan baku sulit didapat, karena terkendala pengiriman dari beberapa Negara,” katanya.

Pria 54 tahun ini mengklaim obat tersebut sudah dibuktikan olehnya dan terbukti manjur. Salah seorang pasiennya berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dengan gejala penyakit mirip Covid-19, yakni batuk disertai dengan sesak napas, berhasil ia sembuhkan dalam waktu 3 hari.

“Saya punya anti-virusnya, langsung membunuh virus dalam beberapa detik. Kami juga mempunyai anti-dahak, yang ada di paru-paru,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pasien Zeffri, bernama Dayang Ratnasari yang berusia 60 tahun mengaku mengalami batuk dan sesak napas sejak 2 April 2020. Meski Dayang tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit, namun Dayang mengaku merasakan gejala batuk dan sesak napas setelah memijat dan melakukan luluran kepada pasangan pengantin yang berasal dari Jawa. Dayang berprofesi sebagai tukang pijat.

“Saya dipantau setiap hari oleh puskesmas, namun selama 14 hari meminum obat dokter, tidak sembuh masih batuk dan sesak,” kata Dayang.

Karena masih merasakan sakit dan tidak ada kesembuhan, Dayang kemudian berinisiatif berobat kepada Zeffri. Setelah meminum obat herbal tersebut, Dayang mengaku langsung tidak batuk dan sesak.

“Waktu pertama minum obat itu, 15 menit saja sudah tidak sesak lagi. Ini sudah 3 hari saya tidak ada batuk dan sesak,” jelas Dayang.

Zeffri berharap, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat bisa merespons obat herbal yang dimilikinya. Bahkan, ia siap jika dipanggil untuk menjelaskan keutamaan manfaat obat herbal tersebut. “Kami menyarankan pemerintah pusat hingga daerah cepat menanggapi. Sudah pernah kami usulkan kepada pemerintah, namun belum bertemu, karena sulit untuk bertemu,” tutupnya.

Penulis: Faidil Adha
Editor: Awan

Berita Lainnya