Utama

pasien reaktif rapid test rapid test kit RSUD Taman Husada Bontang 

WASPADA! 42 Petugas Medis di Bontang Reaktif Rapid Test



Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang
Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang

SELASAR.CO, Samarinda - Pemprov Kaltim belum lama ini menerima bantuan rapid test kit sebanyak 4.800 alat, setelah sebelumnya menerima 2.400 paket. Karena jumlahnya yang terbatas, rapid test baru diprioritaskan untuk petugas medis yang sudah menangani pasien positif di rumah sakit. Kedua ditujukan pada keluarga pasien yang sudah positif virus corona. Ketiga kepada orang yang berkategori ODP dan PDP yang berpotensi terpapar, terutama wilayah yang tingkat sebaran transmisi lokalnya sudah tinggi.

Andi M Ishak Plt Kadinkes Kaltim mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil detail rapid test yang dilakukan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten kota di Kaltim. “Dari hasil rapid test yang kami distribusikan memang belum dilaporkan teman-teman di kabupaten kota,” ujarnya Selasa (28/4/2020).

Andi menjelaskan, baru Pemkot Bontang yang melaporkan detail hasil rapid test yang dilakukan. Hasilnya menunjukkan sebanyak 35 tenaga medis RSUD Taman Husada Bontang dinyatakan reaktif. Selain RSUD Bontang, juga terdapat petugas medis dari rumah sakit lainnya di Bontang yang dinyatakan reaktif. Mereka adalah satu petugas medis dari Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), dan 6 petugas medis dari Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RSPKT).

“Dari hasil rapid test untuk tenaga kesehatan memang terindikasi untuk RSUD Taman Husada Bontang ada sekitar 35 tenaga medis yang reaktif, kemudian di RSIB ada 1 reaktif, dan RS PKT ada 6 yang reaktif,” tambahnya. Sehingga totalnya menjadi 42 tenaga medis di Bontang yang hasil rapid test-nya reaktif.

Jika sesuai prosedur yang ada, seluruh petugas medis yang dinyatakan reaktif rapid test ini sementara akan menjalani isolasi baik secara mandiri atau di tempat yang sudah disediakan Dinas Kesehatan setempat.

“Selebihnya kami belum menerima laporan dari masing-masing rumah sakit, hasil dari rapid test yang dilakukan untuk tenaga kesehatannya,” pungkas Andi.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya