Kesehatan

BKKBN BKKBN Kaltim Baby Boom Isran Noor 

Kepala BKKBN Kaltim Bertemu Gubernur Isran Noor Bahas Potensi Baby Boom



Suasana pertemuan Kaper BKKBN Kaltim dengan Gubernur Kaltim Isran Noor
Suasana pertemuan Kaper BKKBN Kaltim dengan Gubernur Kaltim Isran Noor

SELASAR.CO, Samarinda – Work frome home (WFH) menjadi salah satu cara yang dianjurkan pemerintah, dalam memutus penyebaran virus corona. Dengan WFH diharapkan semakin sedikitnya kontak fisik yang dilakukan masyarakat di luar rumah, sehingga potensi penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

Akan tetapi, hal tersebut akan mempengaruhi intensitas hubungan antar suami dengan istri, sehingga kemungkinan lebih besarnya terjadi kehamilan juga meningkat. Sementara itu pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dihentikan karena prosesnya bisa menjadi potensi penyebaran. Sehingga, BKKBN secara luas mengkondisikan pada kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan kondom.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi inisiasi yang dilakukan BKKBN Kaltim yang tetap melaksanakan programnya di wabah corona, terutama untuk menghindari fenomena ‘Baby Boom’. Ledakan jumlah kelahiran karena sering berada di rumah.

Dalam kunjungan pertama, Rabu (13/5/2020), usai menjabat sebagai Kepala BKKBN Kaltim, Edi menuturkan akan melanjutkan program yang ada, selain juga ada isu-isu strategis yang akan lebih ditingkatkan. Terlebih lagi di tengah pandemi.

“Salah satu kondisi yang harus disikapi adalah pengaruh Covid-19, akses pelayanan kontrasepsi menjadi terbatas. Keterbatasan ini yang harus kami sikapi dengan bijak,” ucapnya.

Edi menerangkan, salah satu program yang dilaksanakan saat ini ialah mengaktifkan seluruh penyuluh KB di tingkat lini lapangan, karena posisi tersebut terdekat dengan masyarakat. Mereka hadir di sekitar masyarakat ketika sedang membutuhkan pelayanan KB, kemudian menjangkau untuk memberi alat kontrasepsi (alkon) seperti pil dan kondom.

“Hal tersebut dapat dibenarkan dalam kondisi seperti ini, penyuluh KB dalam pengawasan bekerja sama dengan bidan. Terutama bagi pasangan usia subur yang selama ini menggunakan pil, jangan sampai pilnya habis, “kegiatan”-nya (hubungan suami-istri) aktif. Covid negatif, hamilnya yang positif. Apalagi ibu hamil muda itu mual, makannya kurang, jadi imunnya turun,” sebutnya.

Saat ditanya mengenai stok, Edi menyebutkan stok alkon di Kaltim sangat mencukupi. Setidaknya dalam pekan ini akan masuk alkon dari Gorontalo. Dengan kondisi di Kaltim banyak daerah pedalaman, dirinya mengatakan akan berusaha bagaimana semua itu bisa terjangkau.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya