Utama

PCR Test PCR Reagen 

Reagen Tiba, Balikpapan dan Samarinda Bisa Uji 11 Ribu Sampel dengan PCR



RSUD AWS Samarinda
RSUD AWS Samarinda

SELASAR.CO, Samarinda - Mesin penguji PCR (Polymerase Chain Reaction) selama ini menjadi dasar untuk menetapkan seseorang dinyatakan positif atau negatif terinfeksi virus corona. Alat ini pun sebenarnya sudah tersedia di dua kota di Kaltim, yaitu di Balikpapan dan Samarinda. Namun, selama ini pengujiannya terkendala dengan stok reagen, yang menjadi salah satu kelengkapan utama dalam melakukan uji pada sampel pasien yang terindikasi terinfeksi Covid-19.

Dilaporkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak, untuk rumah sakit Pertamina Balikpapan telah menerima reagen hasil bantuan dari pemerintah pusat. “Kemarin mereka mendapat bantuan reagen dari pusat sebanyak 4.800 test. Ini cukup besar dan menjadi kesempatan berharga bagi warga Balikpapan dan sekitarnya,” tambahnya.

Meski begitu, disampaikan Andi, pihak rumah sakit masih berproses untuk mendapatkan register dari laboratorium tersebut di kementerian. Sehingga selama register belum diterima, pemeriksaan terbatas hanya untuk pasien yang ada di dalam rumah sakit tersebut.

“Demikian pula dengan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, reagen yang kami pesan juga sudah datang kemarin sebanyak 1.440 test. Ini juga sudah siap untuk kita operasionalkan. Memang ada perlu semacam latihan atau test, sambil kita menunggu beberapa sampel yang akan disuplai dari Dinas Kota Samarinda,” jelasnya.

Demi mengukur keakuratan dari uji sampel yang nantinya akan dilakukan, sampel yang sama juga akan dikirim ke Balitbangkes Kemenkes. Jika hasil uji lab yang ditunjukan sama dengan hasil dari Balitbangkes maka bisa diakui sebagai lab rujukan pemeriksaan Covid-19.

Selain RS Pertamina Balikpapan yang mendapatkan reagen untuk 4.800 test dan RSUD AWS Samarinda dengan 1.440 test, UPTD Balai Laboratorium Kesehatan milik Pemprov Kaltim diketahui juga memperoleh reagen dari pemerintah pusat untuk 4.800 test. Sehingga Kaltim saat ini telah memiliki stok reagen untuk melakukan sebanyak 11.040 test. Artinya setelah semua terinstal, terkalibrasi, serta telah menerima assesment dari pusat, maka sudah bisa melakukan pemeriksaan.

“Dengan tersedianya 3 tempat untuk melakukan uji PCR, sudah sangat mencukupi untuk melakukan pemeriksaan dalam waktu yang lebih cepat daripada kita mengirim sampel ke BBLK Surabaya. Meskipun BBLK Surabaya masih terus menerima sampel karena menjadi tempat rujukan untuk Kaltim,” pungkas Andi.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya