Utama

sembuh corona Hadi Mulyadi obat ketika sakit Covid-19 Wakil Gubernur Kaltim 

Wagub Sebut Covid-19 Nyata, Ini Obat yang Diminumnya dan Pesan Bagi Pasien



Wagub Sebut Covid-19 Nyata, Ini Obat yang Diminumnya dan Pesan Bagi Pasien
Salah satu kegiatan olahraga Hadi Mulyadi selama masa karantina semenjak ditetapkan positif Covid-19.

SELASAR.CO, Samarinda - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dinyatakan sembuh dari Covid-19, hari ini, Senin (27/7/2020). Namun, masih saja tidak sedikit warga seolah tidak percaya dan bertanya bagaimana orang yang terinfeksi Covid-19 bisa sembuh. Kepada SELASAR, Hadi menuturkan proses kesembuhannya.

Pertama-tama Hadi mengucapkan terima kasih atas doa, utamanya dari masyarakat Kaltim, untuk kesembuhannya. "Terima juga kasih kepada pihak RS AWS Samarinda dan Dinkes Provinsi Kaltim serta Dinkes Kota Samarinda," ujar Hadi.

Ditanya terkait obat apa yang ia konsumsi selama menjalani masa karantina, Hadi mengungkapkan ada lebih dari 20 jenis obat herbal yang dikirimkan orang-orang kepadanya.

"Kalau obat saya sebut banyak. Yang kirim ke saya lebih 20 (jenis obat) herbal semua, ada yang saya pakai ada yang tidak. Yang obat kimia hanya Imboost Force dan vitamin," kata Hadi.

Mengutip Halodoc.com IMBOOST FORCE TABLET merupakan produk suplemen kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Produk suplemen ini mengandung Echinacea purpurea herb dry extract, Blackelderberry fruit dry extract, Zn Piccolinate dalam bentuk kaplet salut selaput. Suplemen ini bukan multivitamin melainkan Immunity Booster (peningkat daya tahan tubuh - immunomodulator) yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah jatuh sakit dan mempercepat penyembuhan penyakit.

Meski begitu Hadi enggan merinci, apa saja jenis dan nama obat yang ia konsumsi. "Kalau saya sebut yang saya pakai saja, maka yang tidak dipakai akan tersinggung (orang-orang yang memberinya obat herbal),"

Mantan anggota DPR RI pun berbagi kiat agar masyarakat dapat terhindar dari infeksi virus corona. "Dengan cara terus menjaga kesehatan, rutin berolahraga, makan teratur, mengkonsumsi peningkat imun, rajin cuci tangan dan hindari kerumunan," ungkapnya.

Sementara bagi para pasien yang Covid-19 yang tengah menjalani perawatan ia sarankan agar bersikap ikhlas, sabar, dan tawakal.

"Selain itu banyak berdoa, jangan panik dan stress, isolasi diri, minum vitamin-vitamin penambah imun (vitamin C, herbal dan jamu), makan buah (pisang; nanas; mangga dan lain-lain), makan teratur, olahraga ringan dan istirahat yang cukup," jabar Hadi.

Wagub pun memberikan tanggapannya terkait masih ada masyarakat yang percaya bahwa pandemi Covid-19 adalah sebuah konspirasi. Seperti yang dikutip SELASAR dari komentar yang dibubuhkan netizen di media sosial, terkait kesembuhan Wagub Hadi.

"Sudah kuduga. Patokan kita itu pak Hadi aja kalau pak Hadi sehat sebelum dua Minggu artinya COVID-19 itu HOAX," tulis salah satu netizen.

Sementara yang lainnya mempertanyakan obat yang dikonsumsi Hadi, sehingga bisa begitu cepat dinyatakan sembuh.

"Alhamdulillah sudah ada obatnya, dan pemulihan sudah bisa cepat. pegawai medis rs moeis bisa sembuh kurang dari 2 minggu, sekarang wagub dan istri juga sembuh kurang dari 2 minggu. Semoga pasien lain juga bisa cepat sembuh," tulis Netizen.

"Alhamdulillah cepat betul sembuhnya, Kasih tau obatnya biar yang kena corona sembuh semua," tulis netizen lainnya mengomentari kabar sembuhnya wagub.

"Nah lakasnya (cepatnya) sembuh, apa obatnya. Tolong dikasih tau ke seluruh rakyat kaltim," tanya netizen lainnya.

Terkait hal itu, Hadi memastikan virus corona adalah nyata. Sementara terkait masyarakat yang mempertanyakan waktu kesembuhannya yang singkat, Hadi pun punya jawaban sendiri.

"Ini (Covid-19) nyata. Kan (saya) sakitnya sejak tanggal 30 Juni sampai dengan 5 Juli. Kemudian sembuh dengan minum obat batuk dan obat demam. Tanggal 15 baru ketahuan positif, dan saya kan masuk kategori ringan, wajar cepat sembuh. Mereka yang nulis gak sadar sepertinya, kalau saya sudah 13 hari sejak dinyatakan positif, dan sebulan sejak awal sakit. Teman saya ada yang sudah 26 hari (dirawat) belum sembuh-sembuh," terang Hadi.

"Jadi tidak benar kalau saya sembuh kurang dari dua minggu. Hari ini saja hari ke-13 sejak saya dinyatakan positif dan hari ke-28 sejak saya mulai demam tanggal 30 Juni lalu," pungkas Hadi.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya