Feature

Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (4): Bangun Desa



Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (4): Bangun Desa
Salah satu kegiatan resesnya, Irwan bersama rombongan mengunjungi Pantai Najwa, Desa Selangkau.

Deburan ombak menyambut rombongan yang baru tiba di Pantai Najwa, Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim). Birunya laut dan butiran pasir terhampar seluas mata memandang. Begitu luas, hingga tak terlihat ujungnya.

TETAMU yang merupakan pejabat pusat dan daerah itu disuguhi ikan bandeng bakar hasil tangkapan para nelayan setempat. Beberapa orang menikmati makanan di pondok tak berdinding dan tenda. Sebagian lainnya memilih duduk di bangku kayu yang menghadap pantai.

Dari kejauhan, kapal-kapal kargo berukuran besar terlihat sedang menurunkan jangkar di laut. Warga setempat bilang, pemandangan malam di pantai akan lebih indah karena dihiasi lampu terang dari kapal-kapal tersebut. Namun, meski memiliki pemandangan pantai yang indah, tidak terlihat wisatawan datang hari itu.

Begitulah kira-kira kondisi salah satu objek wisata, yang menjadi lokasi reses anggota Komisi V DPR RI, Irwan, di Kutim. Irwan datang ke lokasi tersebut bersama Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kaltim untuk melihat pengembangan wisata di lokasi tersebut.

Dari penuturan Hasbullah, Kepala Desa Selangkau, sepinya wisatawan bukan hanya terjadi karena pandemi Covid-19. Masih minimnya informasi terkait lokasi wisata ini, dan rusaknya jalan akses menuju pantai, disebut menjadi penyebab sepinya pengunjung.

“Kalau ada kunjungan begini, kami lebih banyak meminta daripada memberi, kami ingin memanfaatkan kesempatan ini juga meminta banyak-banyak, mudah-mudahan berkenan,” ujar Hasbullah setengah berkelakar, menyambut tamu-tamunya yang merupakan pemangku kepentingan.

Desa Selangkau terpilih menjadi salah satu daerah penerima program pelaksanaan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW). Kaltim tahun ini menerima kuota program itu di 17 kecamatan, yang tersebar di empat kabupaten.

“Kegiatan ini dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat yang terdampak resesi akibat pandemi Covid-19,” ujar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kaltim, Sandhi Eko Bramono.

Bentuk pembangunan yang akan dilakukan di Desa Selangkau ialah pembangunan dermaga, yang akan menjadi destinasi wisata baru di lokasi tersebut. “Dermaga akan dibangun ke arah laut, dari pantai ini panjangnya 130 meter lebar 4 meter dengan konstruksi dasar kayu ulin,” jelasnya.

Selain itu, dermaga juga akan dilengkapi areal kios untuk wisata kuliner, juga tersedia sarana sanitasi dan air bersih. Selain itu dermaga juga dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan panel surya di 10 titik.

“Konstruksi akan mulai dikerjakan pada 1 Agustus 2020, dan akan selesai pada 31 Desember 2020,” tambah Sandhi.

Simbolis pemasangan tiang pancang dermaga.

Hasbullah, Kepala Desa Selangkau sangat berharap ke depan akan ada program lanjutan, salah satunya perbaikan akses jalan menuju pantai.

“Kami sangat berharap bahwa prasarana jalan ini benar-benar menjadi perhatian, supaya menunjang kegiatan pariwisata di sini, termasuk jembatannya. Sebetulnya ada tiga jembatan besar yang mengarah ke sini. Tapi ada yang usianya sudah jompo,” terang Hasbullah.

Selama ini, kata dia, Pemerintah Desa memang menempatkan pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan. Sehingga, usaha yang dilakukan sejauh ini memang bertujuan agar ada pendapatan desa dari sektor itu. Diharapkan bisa terjadi kemandirian desa, jika sektor pariwisata berjalan dengan baik.

“Kesulitan kami mengembangkan desa wisata ini adalah pendanaan. Kalau hanya betul-betul mengandalkan Dana Desa, masih sangat minim, karena sektor-sektor lain juga perlu dikembangkan. Sehingga, kami ingin sektor pariwisata di desa kami ini ada perhatian khusus. Harapannya semoga pemerintah kemudian membuat program khusus dengan alokasi dana yang cukup untuk pengembangan pariwisata di desa kami,” tuturnya.

Dengan adanya program PISEW yang masuk ke desanya, Hasbullah berharap bisa menjadi awal dari program-program serupa yang akan menyusul kemudian. “Kami menyambut baik mulai masuknya program dari pemerintah pusat ke desa kami,” katanya.

Ke depan, Hasbullah juga berharap adanya pembangunan penginapan dalam bentuk resort atau villa di sekitar areal pantai. Sehingga, para wisatawan, utamanya dari luar kota, dapat menginap.

“Jadi itu salah satu kesulitan orang mau datang ke sini, untuk menginap masih belum bisa. Kadang-kadang jadi menginap di tempat keluarga atau di Sangkulirang yang ada penginapan. Kami juga sudah menawarkan ke swasta untuk berinvestasi di sini menyediakan penginapan, tapi perhitungannya barangkali belum masuk,” terangnya.

Terkait keluhan masyarakat setempat tentang buruknya akses jalan menuju pantai, anggota DPR RI, Irwan, dalam agenda reses itu mengatakan, program perdana dari Pemerintah Pusat di Desa Selangkau ini bisa menjadi pintu masuk untuk program-program lainnya, yang akhirnya akan berdampak pada perbaikan infrastruktur jalan.

“Tahun depan juga akan saya usulkan desa ini sebagai Desa Wisata, sesuai dengan program Kementerian Desa. Setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata, pasti akan berkelanjutan program-program dari pusat bisa masuk. Mulai dari jalan akses menuju Desa Wisata, listrik, hingga air, jadi sangat banyak dampak positif yang bisa diterima,” ungkap Irwan.

“Memang untuk jalan poros menjadi tanggung jawab nasional dan akan segera diperbaiki, namun untuk jalan akses dari jalan poros menuju pantai perlu ada keaktifan dari pemerintah daerah. Tentu kita bantu, karena opsinya banyak, dana transfer daerah dan dana alokasi khusus memungkinkan untuk digunakan sebagai sumber pembangunan jalan,” pungkasnya. (bersambung)

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

reses-anggota-dpr-ri irwan reses-dpr-ri bbpjn pantai-desa-selangkau wisata-pantai-kutim pengembangan-infrastruktur-sosial-ekonomi-wilayah 

Berita Lainnya