Utama

Pembatasan akses pembatasan wilayah Cegah Corona Dilarang masuk ke Tenggarong Hadi Mulyadi 

Hanya Sementara, Wagub Hadi Ungkap Alasan Pembatasan Akses Samarinda ke Kukar



Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi

SELASAR.CO, Samarinda - Baru-baru ini Tim Gabungan Pendisiplinan Protokol Covid-19 Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pembatasan akses masuk warga dari luar daerah. Kebijakan ini dilakukan utamanya bagi warga Kota Samarinda yang akan masuk ke wilayah Kukar melalui Tenggarong.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, angkat bicara terkait kebijakan pembatasan akses tersebut. Ditemui SELASAR di Kantor Gubenur Kaltim, Hadi berujar kebijakan ini sifatnya hanya sementara. Hal ini untuk merespons tingginya penambahan kasus positif Covid-19 di Samarinda beberapa hari terakhir.

"Sifatnya mungkin sementara, karena kemarin ada dua kali lonjakan kasus baru positif Covid-19 dari Samarinda," ujar Hadi, Senin (28/9/2020).

Seperti diinformasikan sebelumnya pada 25 dan 26 September berturut-turut mengalami penambahan kasus di atas 100, yaitu 208 kasus positif dan 125 kasus positif keesokan harinya.

"Menurut informasi, mereka mengurangi migrasi orang dari Samarinda ke Tenggarong. Itu merupakan langkah-langkah yang sifatnya preventif, dan menurut saya sah-sah saja yang penting terkontrol," tambah Hadi.

Disinggung apakah Pemprov akan melakukan kebijakan serupa untuk skala provinsi, Hadi mengungkapkan hal ini merupakan kebijakan masing-masing kabupaten/kota.

"Yang namanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) itu kalau Jakarta memang satu otorita, kalau provinsi Kaltim otoritas pengajuan PSBB itu oleh kabupaten/kota. Jadi mereka mengajukan ke provinsi lalu kami ajukan ke pusat," terang Hadi.

Hingga saat ini belum ada kabupaten/kota di Kaltim yang mengajukan pemberlakuan PSBB kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. "Karena mereka mengkhawatirkan dampak di bidang perekonomian. Balikpapan berapa kali kita tanya mereka belum siap," ungkap Hadi.

"Konsekuensi dari PSBB itu akan banyak tenaga kerja harian yang tidak bisa bekerja, akhirnya diputuskan untuk melakukan 3M tadi dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan," pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya