Kutai Kartanegara

Antisipasi Kasus DBD, Dinkes Kukar Imbau Masyarakat Aktif Bersihkan Lingkungan



Antisipasi Kasus DBD, Dinkes Kukar Imbau Masyarakat Aktif Bersihkan Lingkungan
Ilustrasi

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara – Untuk meminimalisir kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Kesehatan Kukar aktif melakukan sejumlah langkah antisipasi. Yakni dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, memberikan penyuluhan, hingga menyebarkan leaflet.

“Pencegahan DBD itu adalah harusnya dari kesadaran perorangan,” ujar Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kutai Kartanegara Imam Pranawa Utama.

Imam mengatakan kasus DBD di Kukar masih banyak ditemui. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dari data Dinas Kesehatan Kukar, hingga Oktober 2020 ini terdapat 290 kasus DBD, 2 orang di antaranya meninggal dunia. Kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Muara Jawa dengan jumlah 60 kasus.

“Tahun ini tidak ada terjadi ledakan banyak seperti tahun kemarin, tapi kasusnya tetap ada,” jelas Imam.

Dikutip dari website Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.

Di Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Gejala yang akan muncul seperti ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan menifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh penderita.

Pada umumnya penderita DBD akan mengalami fase demam selama 2-7 hari, pada fase pertama 1-3 hari penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi hingga 40 derajat celcius. Kemudian pada fase ke-dua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5.

Pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 37 derajat celcius dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali. Pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang kuat dapat terjadi keadaan fatal. Akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah. Di fase yang ketiga ini akan terjadi pada hari ke 6-7, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan. Fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal.

Mengingat obat untuk membunuh virus Dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih dalam tahap ujicoba, maka cara yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan memberantas nyamuk penular (vektor). Pemberantasan vektor ini dapat dilakukan pada saat masih berupa jentik atau nyamuk dewasa.

Untuk mencegah pengembangbiakan sarang nyamuk, Imam mengimbau agar masyarakat lebih menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat musim hujan. Selain itu masyarakat diimbau untuk sering melakukan pengurasan tempat penampungan air.

“Jadi saat dikuras jangan cuma membuang airnya saja, tapi tempatnya juga digosok,” jelasnya.

Penulis: Faidil Adha
Editor: Awan

dbd demam-berdarah kasus-dbd nyamuk-dbd dinkes-kukar 

Berita Lainnya