Kutai Timur

Komitmen Jadikan SDM Kutim Nomor Satu, Mahyunadi-Kinsu Siapkan Program Jitu



Komitmen Jadikan SDM Kutim Nomor Satu, Mahyunadi-Kinsu Siapkan Program Jitu
Mahyunadi (kanan) dan Lulu Kinsu menunjukkan kekompakan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ini menjadi modal penting untuk membangun Kutim makin maju.

SELASAR.CO, Sangatta - Berbagai persoalan terkait sumber daya manusia (SDM) dihadapi Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan. Itu jadi salah satu tolok ukurnya.

Pada tahun 2018, angka kemiskinan Kutim mencapai 33.024 orang. Jumlah tersebut naik menjadi 35.310 orang pada tahun 2019. Terdapat penambahan penduduk miskin sebesar 2.286 orang. Jika dipersentasekan, angka kemiskinan di Kutim meningkat 0,26 persen. Dari 9,22 persen di 2018 menjadi 9,48 persen pada 2019.

Untuk membenahinya, butuh perubahan signifikan. Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi dan Lulu Kinsu memiliki program jitu dalam rangka membangun SDM berkualitas.

Mahyunadi-Kinsu memiliki visi “Terwujudnya Kabupaten Kutai Timur yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Berlandaskan Gotong Royong”. Hal itu sejalan dengan misinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing.

Melalui program Kutim Makin Maju, Mahyunadi-Kinsu menyiapkan alokasi anggaran 20 persen di bidang pendidikan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja.

“Memang, selama ini bayar sekolah gratis. Tapi buku dan seragam tetap bayar. Mahyunadi-Kinsu pun memastikan, semua yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan anak, harus gratis,” tegas Mahyunadi.

Pun demikian dengan sarana pendidikan seperti bangunan sekolah. Saat ini, banyak bangunan sekolah di Kutim yang kondisinya rusak. Sehingga tidak layak untuk menggelar kegiatan belajar-mengajar.

“Target Mahyunadi-Kinsu jelas, seluruh bangunan sekolah harus diperbaiki. Sarana dan prasarana pendidikan harus dipenuhi secara menyeluruh. Dengan demikian, anak-anak kita bisa fokus belajar. Sementara para orang tua bisa fokus mencari nafkah,” tegas ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu. 

Berikutnya, Mahyunadi-Kinsu juga menyiapkan program pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita.

“Kenapa harus dibangun rumah sakit? Karena fasilitas kesehatan di Kutim ini belum memadai, khususnya di daerah pedalaman. Untuk itulah, pelayanan kesehatan harus menjangkau seluruh pelosok Kutim. Jika masyarakatnya sehat, SDM pun berkualitas,” tambah Kinsu, pengusaha muda sukses itu.

Selain kesehatan, budi pekerti juga menjadi prioritas utama Mahyunadi-Kinsu. peningkatan dan pemerataan kualitas pemuka agama dan rumah ibadah harus dilakukan. Karena mereka adalah garda terdepan dalam pembentukan akhlak generasi penerus Kutim.

“Insya Allah jika Mahyunadi-Kinsu memimpin Kutim, tidak hanya rumah ibadah yang diperbaiki. Kualitas hidup pemuka agama juga dibenahi. Salah satunya dengan pemberian insentif bulanan untuk menumbuhkan semangat mereka. Mulai dari pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Kong Hu Cu,” tutup Mahyunadi.

Penulis: Gunawan
Editor: Awan

mahyunadi-kinsu mahyunadi lulu-kinsu pilbub-kutim pilkada-serentak 

loading...

Berita Lainnya