Utama
Bupati Kutim Kutim  Berita Kutim 
Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Kutim Selaraskan Program Strategis 2026
SELASAR.CO, Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program nasional dapat diimplementasikan secara presisi di daerah.
Bupati menyatakan langkah awal yang diambil adalah melakukan kajian mendalam agar agenda pusat tidak sekadar diadopsi, tetapi juga relevan dengan kearifan lokal Kalimantan Timur.
Salah satu poin yang mendapat perhatian Bupati adalah program gentengisasi. Ardiansyah menilai program tersebut relevan dengan kondisi di Kalimantan, yang juga memiliki bahan bangunan tradisional berupa sirap.
“Yang pertama kali saya panggil adalah kepala dinas terkait sehubungan dengan program seribu rumah layak huni. Mudah-mudahan ini sudah bisa kita gunakan,” ujarnya, Senin (9/1).
Berita Terkait
Isu bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian. Kutim diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG.
“Masing-masing daerah harus memikirkan mitigasi, bagaimana keluar dari itu,” tegas Ardiansyah.
Ia menambahkan bahwa persoalan sosial seperti stunting, kemiskinan, dan kesehatan tetap menjadi prioritas daerah. Program pemerintah pusat seperti BPJS juga akan terus menjadi andalan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
“Program-program strategis terkait sosial, kemanusiaan, dan kesehatan adalah keniscayaan bagi semua daerah,” katanya.
Sebagai daerah penghasil sawit terbesar di Kaltim, Bupati Ardiansyah menyambut antusias visi Presiden terkait optimalisasi industri hijau. Ia menegaskan bahwa masa depan ekonomi Kutim terletak pada hilirisasi.
“Sawit itu jangan hanya dihubungkan dengan minyak goreng. Ada 100 produk turunan mulai dari biodiesel, kosmetik, hingga produk kesehatan. Jika ini menjadi komoditas utama, masa depan kita sangat baik,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Kutim kini menanti evaluasi dari Gubernur Kaltim selaku Ketua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy agar kawasan tersebut dapat menjadi pusat industri pengolahan sawit terintegrasi.
“Kita menunggu kunjungan gubernur untuk evaluasi. Ketua KEK itu gubernur, jadi kita tunggu arahan selanjutnya,” tambahnya.
Menurut Ardiansyah, masih banyak arahan lain dalam Rakornas yang perlu ditindaklanjuti. Namun ia memastikan Pemkab Kutim sudah berada di jalur yang tepat untuk menyelaraskan program pusat dengan agenda pembangunan daerah.
Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

