Utama

Gemmpar Gerakan Merawat dan Menjaga Parit (Gemmpar) Drainase di Samarinda Gotong Royong Membersihkan Sampah di selokan Antisipasi banjir banjir di samarinda DLH Samarinda 

Sampah Satu Truk Diangkat Gemmpar dari Drainase di Simpang Sempaja



Sampah Satu Truk Diangkat Gemmpar dari Drainase di Simpang Sempaja
Kegiatan Gerakan Merawat dan Menjaga Parit (Gemmpar).

SELASAR.CO, Samarinda - Usai menerima laporan dari warga, pegiat Gerakan Merawat dan Menjaga Parit (Gemmpar) Kota Samarinda, kembali melakukan pembersihan drainase di Samarinda. Kali ini drainase yang berada di kawasan simpang Sempaja menjadi lokasi giat yang digelar pada Senin 1 Maret 2021 kemarin.

Ketua Gemmpar Samarinda, Khairil Marzuki Tanjung, mengatakan drainase tersebut tersumbat akibat sedimentasi dan banyaknya material sampah. Sehingga meski hujan tak turun sekalipun, air tetap meluap hingga badan jalan. 

“Dengan 10 orang anggota Gemmpar dibantu warga sekitar, kami pun langsung datang ke lokasi. Saat kami cek, ternyata di situ banyak bertumpuk sampah-sampah berupa material kayu hingga batang pohon kelapa. Kayu itu perkiraan saya hanyut dari bekas-bekas jembatan warga yang ambruk, kemudian masuk ke drainase,” jelas Marzuki kepada SELASAR.

Proses pengangkatan sampah bukan tanpa kendala. Pihaknya mengaku kesulitan melakukan pembersihan akibat drainase yang ditutup permanen dengan semen. Sehingga, untuk bisa masuk ke dalam drainase, anggota Gemmpar lebih dulu harus membongkar penutup drainase sisi lainnya yang kebetulan dibangun warga dengan kayu. 

“Kendala kemarin itu banyaknya tiang-tiang jembatan yang dibangun warga, yang melintang di atas parit, jadi waktu kami mau masuk ke dalam parit itu agak kesulitan. Dan kebetulan yang kami kerjakan kemarin itu dicor permanen dengan semen sebagian. Ini juga catatan penting bagi seluruh masyarakat dan pemerintah, bahwa menutup drainase dengan mengecor secara permanen itu bisa menjadi penyebab masalah di kemudian hari,” jelasnya.  

Usai berhasil masuk ke dalam drainase, pembersihan di bawah penutup drainase dari semen itu hanya dapat dilakukan dengan menarik sampah dari sisi-sisinya saja. Karena jika dipaksa harus menyelam ke bawah penutup tersebut dapat berbahaya bagi para relawan. 

“Sampah kami tarik dari sisi kiri dan kanan jembatan semen itu, dengan harapan saat hujan deras sisa-sisa sampah yang ada bisa terdorong. Karena kalau langsung kami selami ke bawah itu bisa sangat berisiko,” sebutnya.

Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada pemerintah kota agar tidak lagi menutup drainase secara permanen dengan semen. Meski dengan hal tersebut menjadikan drainase kokoh, hal ini dapat menyulitkan perawatan dalam drainase nantinya.

“Lokasi drainase yang kami kerjakan kemarin itu belum tuntas sepenuhnya. Kami terkendala peralatan dan terbatasnya jumlah tenaga orang. Mungkin pemerintah dapat memfokuskan pembersihan drainase di area itu. Karena kedalaman parit yang kami bersihkan itu sekarang hanya sekitar sepinggang orang dewasa, dari yang seharusnya minimal 1,5-2 meter. Jadi setengah dari daya tampung drainase itu isinya sedimen bertumpuk dengan sampah,” pintanya.

Dalam pembersihan hari itu total ada satu truk sampah yang berhasil diangkat dari dalam drainase. Selain mengangkat sampah berupa material kayu, Gemmpar juga menemukan sampah rumah tangga yang terbungkus dengan karung. “Sampah dengan bungkusan itu sepertinya larut dari TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang ada dekat dengan drainase. 

“Kami sudah beberapa kali menemukan kasus bahwa bak sampah yang ada dekat dengan parit itu kerap kali menimbulkan masalah. Sehingga masukan kami agar memindahkan TPS yang ada di lokasi-lokasi tersebut,” sarannya.

Sementara itu terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani menyebut harus melakukan tinjau lokasi TPS yang dimaksud terlebih dahulu. Karena memang saat ini DLH Samarinda tengah melakukan proses pemindahan TPS-TPS yang ada.

“Memang TPS-TPS yang ada di atas drainase itu kondisinya memang riskan, pertama bisa saja ada yang melempar dan terjatuh ke parit. Sekarang kami memang sedang melakukan pemindahan dan mengaktifkan TPS, saya lihat dulu apakah TPS yang dimaksud ini masuk dalam agenda itu. Kalaupun tidak kami akan komunikasikan lagi ke depannya,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya