Pendidikan

pembelajaran tatap muka Belajar Tatap Muka Sekolah Tangguh Covid-19 Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19 Mendikbud Nadiem Makarim 

Belajar Tatap Muka Ditarget Juli, Tapi Guru di Samarinda yang Divaksin Baru 3,7 Persen



Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah tangguh Covid-19 di Samarinda.
Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah tangguh Covid-19 di Samarinda.

SELASAR.CO, Samarinda – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menyebut pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat dimulai saat ini, tanpa menunggu bulan Juli. Hal ini dikatakannya saat memantau vaksinasi tenaga pendidik di Balikpapan pada Selasa, 6 April 2021 kemarin.

Dalam tinjauan tersebut, pejabat yang akrab disapa Mas Menteri ini ikut memantau jalannya program vaksinasi Covid-19 dari meja registrasi sampai meja vaksinasi. Karena salah satu syarat awal pembelajaran tatap muka adalah guru yang sudah divaksinasi.

"Satuan pendidikan dapat melakukan PTM terbatas secara rotasi setelah tenaga pendidik divaksinasi dengan mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah," ucap Nadiem.

Namun, terhitung 4 bulan sebelum target pemerintah pusat dimulainya PTM, angka vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Samarinda masih sangat rendah. Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin, saat ini mereka membawahi 10.600 PTK. Jumlah ini terdiri dari ASN dan non-ASN baik sekolah negeri dan swasta, dari tingkat PAUD hingga SMP. Namun dikatakan Asli, hingga hari ini, Rabu (7/4/2021) baru 400 orang PTK yang telah menjalani vaksinasi atau sekitar 3,7 persen dari total PTK yang dinaungi Disdik Samarinda.

“Berarti kan masih banyak yang belum divaksin. Teman-teman Dinkes sudah luar biasa mensupport kami, tapi kembali lagi tergantung jumlah vaksin yang tersedia. Semoga ke depan ada sinergi yang kuat dengan Jakarta. Karena syarat utama yaitu PTK-nya sudah divaksin,” jelas Asli. 

Asli memaparkan, persiapan PTM di Samarinda sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Saat itu Pemkot Samarinda memiliki wacana untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka dengan ketentuan-ketentuan khusus. Diajukanlah untuk kecamatan dengan zona kuning bisa membuka 50 persen sekolah di kecamatan tersebut, zona orange 25 persen, dan merah tidak dibuka. Termasuk untuk guru dan anak yang memiliki penyakit komorbid tidak diperbolehkan ikut PTM. Namun karena mempertimbangkan jumlah kasus baru Covid-19 di Samarinda yang terus meningkat, Wali Kota yang saat itu masih dijabat Syaharie Jaang memutuskan menunda dimulainya PTM yang sejatinya akan dilaksanakan pada 11 Januari 2021 lalu.

“Lalu ketika masuk masa jabatan Wali Kota Pak Andi Harun, kita sampaikan lagi rencana PTM. Sehingga keluarlah program sekolah tangguh Covid. Saat ini sudah ada 14 sekolah yang masuk dalam program itu dari total 320 sekolah (terdiri dari PAUD-SD-SMP) yang ada di Samarinda. Saat ini 4 sekolah tangguh covid di Samarinda sudah selama 4 minggu menjalankan PTM, dan minggu ini kami tambah lagi 5 sekolah. Dan rencananya bulan depan kami akan tambah lagi 5 sekolah,” jelasnya.

Disdik Samarinda pun telah mengajukan pelaksanaan PTM tahap 2 untuk 50 sekolah di Samarinda. Jika disetujui, 50 sekolah ini akan dibuka tepat 100 hari kerja wali kota Samarinda pada Juni mendatang.

“Untuk tahap dua kita rencana membuka lagi 50 sekolah, surat pengajuannya sudah saya serahkan ke Wali Kota. Ini jumlahnya memang masih sedikit, tapi paling tidak kita sudah punya rencana ke arah sana,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya