Hukrim

Rebutan Lahan Bentrok Berdarah Kelompok Tani Empang Jaya Sengketa Lahan Sengketa Tanah  Tanah Adat Polsek Palaran 

Pelaku Penggorokan dan Penembakan 6 Orang di Palaran Sudah Ditangkap



Pelaku Penggorokan dan Penembakan 6 Orang di Palaran Sudah Ditangkap
Pelaku saat diamankan kepolisian.

SELASAR.CO, Samarinda - Tak butuh waktu lama, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda bersama Jatanras Polda Kaltim dan Polsek Palaran, berhasil meringkus seorang pria berinisial AS (52). AS diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban berinisial Br yang tewas akibat bentrok perebutan lahan di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, pada Sabtu 10 April 2021 kemarin.

AS diamankan di tempat persembunyiannya di kawasan Sempaja, Kelurahan Sempaja Utara pada Minggu (11/4/2021) pukul 03.00 Wita dini hari. Ia juga diyakini oleh pihak kepolisian sebagai aktor penembakan menggunakan senjata laras panjang atau senjata jenis penabur dengan peluru gotri (peluru bulat terbuat dari besi) dalam bentrok perebutan lahan tersebut. Akibat aksinya itu, diketahui 6 orang korban luka-luka dan 1 orang tewas dengan luka tergorok di leher.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andhika Dharma Sena, saat dikonfirmasi melalui telepon pada hari ini, Minggu 11 April 2021, membenarkan bahwa pelaku pembunuhan Br dan penembakan terhadap 6 warga telah diamankan. Setelah berhasil dilakukan penangkapan, AS langsung digelandang ke Mako Polresta Samarinda untuk dilakukan pendalaman terkait kasus tersebut. 

“Iya, pelaku 1 orang berhasil kita amankan. Untuk saat ini kami masih melakukan pengembangan,” tutur Kompol Andika Dharma Sena.

Diketahui, AS merupakan salah seorang pengurus Kelompok Tani (Poktan) Empang Jaya Swadiri, yang diduga telah cukup lama menduduki tanah warga sehingga terjadi konflik. 

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi bentrok di sebuah lahan yang melibatkan dua kelompok di Kelurahan Handil Bakti, tak jauh dari jalan poros tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) pada hari Sabtu (10/4/2021). Diketahui, peristiwa tersebut terjadi lantaran adanya perebutan lahan antara warga sekitar dengan Kelompok Tani Empang Jaya. Dalam keributan itu, 6 orang dikabarkan terluka dan satu orang berinisial Br meninggal dunia akibat luka tergorok di bagian leher.

Penulis: Bekti
Editor: Awan

Berita Lainnya