Kutai Kartanegara

DPRD Kukar RPU  Pengelolaan Aset Firnadi Ikhsan Pengoprasian RPU 

Dukung RPU Kembali Operasi, Firnadi Ikhsan Ingatkan Soal Pengelolaan Aset



Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Kartanegara, Firnadi ikhsan.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Kartanegara, Firnadi ikhsan.

SELASAR.CO, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana akan mengoperasikan kembali Rice Processing Unit (RPU) atau pabrik pengolahan beras di Tenggarong Seberang. Hal itu pun mendapat dukungan dari Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Firnadi ikhsan.

Firnadi mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi keingginan Pemkab yang berniat untuk menghidupkan kembali RPU yang ada di Tenggarong Seberang. Karena dulunya RPU ini dibangun dengan maksud dan tujuan agar Kukar bukan hanya sekedar swasembada pangan saja, tetapi juga bisa memproduksi sendiri.

"Dengan adanya semangat kawan-kawan ini, tentunya juga masih ada harapan potensi pertanian di Kukar bisa mensuplai ke RPU," ujar Firnadi.

Namun, ia juga mengingatkan, bahwa dulu pernah disampaikan RPU ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan Perusda Tunggang Parangan. Tetapi, pengolalaannya masih tercatat dibagian aset di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar. Oleh sebab itu, ia meminta agar berkaitan dengan pengelolaanya harus diselesaikan dulu supaya jelas.

"Walaupun dulu sempat disampaikan, bahwa RPU ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari Perusda Tunggang Parangan. Tetapi, status asetnya masih menjadi bagian Pemkab Kukar yang belum diserahkan kepada Tunggang Parangan," sebut Firnadi.

Selain itu, ia juga menyarankan agar dilakukan peninjauan lagi terhadap alat-alat yang ada di RPU. Hal itu dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan yang dialami oleh RPU. Sehingga, bisa diketahui dengan jelas, apakah masih bisa di produksikan kembali atau tidak.

"Saya pernah mendapati hitungan-hitungan yang berbeda. Dulu pernah ada yang bilang dengan Rp 200 juta RPU bisa operasi, tapi ada yang bilang Rp 2 miliar baru bisa operasi. Jadi kita tidak tahu, apakah alat-alat di RPU ini bisa produksi lagi apa tidak, jangan-jangan kita bisa membuat sesuatu yang lebih mudah dari pada ngurus aset RPU ini," tutup Firnadi.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya