Kolom

Achmad Ridwan Awan Awan Sungai Kunjang Awan Anak Sungai Kunjang irwan-fecho Irwan Caleg Partai Demokrat Demokrat Kaltim Caleg Sungai Kunjang Caleg Samarinda 

Jurnalis Nyemplung ke Politik, Awan: Gara-gara Irwan Fecho



Awan (kiri) bersilaturahmi ke rumah nenek Aminah, warga Loa Buah, Sungai Kunjang, Samarinda.
Awan (kiri) bersilaturahmi ke rumah nenek Aminah, warga Loa Buah, Sungai Kunjang, Samarinda.

SELASAR.CO, SAMARINDA – Akan ada banyak wajah baru yang bertarung di Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024 nanti. Salahsatunya Achmad Ridwan. Setelah belasan tahun menjadi jurnalis, akhirnya ia memilih terjun ke dunia politik dengan perahu Partai Demokrat.

Awan, demikian biasa dia disapa. Pemuda ini mengawali karier jurnalistiknya sebagai wartawan di surat kabar harian Kaltim Post pada 2009, setelah lulus seleksi di program Latihan Jurnalistik Kaltim Post (LJKP). Beberapa tahun berselang, karier Awan merangkak sebagai redaktur dan wakil manajer kompartemen Probisnis.

Pada 2015, alumnus SMA 1 Samarinda ini dipercaya sebagai pemimpin redaksi di anak perusahaan Kaltim Post, yakni Samarinda Televisi (STV). Kemudian sejak tahun 2021, ia dipercaya sebagai direktur di perusahaan tersebut.

Menurut Awan, dunia politik dan jurnalistik memiliki kesamaan. “Dari perspektif kebermanfaatan, jurnalis maupun politikus sama-sama memiliki ruang untuk berjuang menyuarakan aspirasi rakyat,” kata bapak muda tampan beranak satu ini.

Sebagai contoh, sewaktu menjadi wartawan, seringkali didapatinya keluhan warga mengenai infrastruktur, masalah banjir, kelangkaan barang kebutuhan. Menurut Awan, menerbitkan berita-berita terkait hal itu dalam frame yang tepat adalah bentuk perjuangan seorang jurnalis untuk kemaslahatan masyarakat. Demikian pula fungsi anggota Dewan. Sama-sama memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Jadi pada dasarnya sama. Namun, saat menjadi jurnalis tentu ada keterbatasan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Yakni sebatas menekan para pengambil keputusan lewat pemberitaan. Nah, menurut saya seorang anggota Dewan punya kans lebih besar untuk perjuangan itu. Apalagi kalau anggota Dewan tersebut bisa menulis layaknya wartawan. Ada nilai plus di situ, ada daya dorong lebih kuat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” urai mantan wakil ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim ini.

Sementara itu menurut Awan, keputusannya beralih dari jurnalis menjadi politikus, tak lepas dari sosok Irwan Fecho, anggota DPR RI dari Partai Demokrat. “Ini semua gara-gara bang Irwan,” kelakarnya.

Mengapa demikian?

“Saya sering berinteraksi dengan dia, jadi tahu betul bagaimana bang Irwan memperjuangkan kepentingan warga Kaltim, terutama soal infrastruktur. Beberapa kali juga saya mengikuti resesnya ke berbagai daerah di Kaltim. Bahkan ke daerah-daerah yang secara elektabilitas, menyumbang suara sangat sedikit untuknya. Tapi bang Irwan tetap memperjuangkan infrastruktur di wilayah tersebut,” jelas Awan.

Menurutnya, seorang anggota legislatif dapat berbuat banyak untuk kemaslahatan warga, apabila bekerja dengan sungguh-sungguh. Menyerap aspirasi dari masyarakat, lalu mendorongnya sekuat tenaga dalam rapat-rapat kerja dengan eksekutif.

“Apa yang sudah dilakukan bang Irwan itu menjadi semacam guideline buat saya menapaki jalan politik,” kata Awan yang merupakan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Samarinda daerah pemilihan Sungai Kunjang, dari Partai Demokrat.

Selain itu, dia melihat sosok Irwan sebagai anggota Dewan yang responsif sehingga kerap berada tepat di bawah spotlight (lampu sorot) panggung politik Kaltim dan juga Indonesia.

“Anggota DPR RI asal Kaltim yang paling banyak seliweran di televisi nasional, ya, bang Irwan. Jika selama ini masyarakat Kaltim sering mengeluhkan mengapa tidak ada menteri asal Kaltim, saya kira sekarang sudah ada yang siap dan layak. Tinggal garis tangan aja lagi,” ujarnya.

Awan menambahkan, dirinya memohon doa restu dan dukungan warga Sungai Kunjang, untuk ikhtiarnya di pemilihan umum 2024 mendatang. Jika kelak terpilih, ia akan berjuang sekeras-kerasnya dan secerdas-cerdasnya untuk kepentingan rakyat. “Selain itu juga semoga saya bisa memberi warna dan dinamika di Basuki Rahmat (DPRD Samarinda) yang selama ini, entah mengapa, relatif sunyi senyap, hahaa,” terang Awan lalu tertawa.

Penulis: Redaksi Selasar

Berita Lainnya