Ragam

BI Kaltim  Bank Indonesia  Bank Indonesia Kalimantan Timur  Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 

BI Soroti Tantangan Ekonomi Kaltim di Tengah Dorongan Penguatan Sinergi



SELASAR.CO, Samarinda - Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Samarinda, Jumat (28/11/2025), menempatkan isu sinergi antarlembaga sebagai salah satu fokus pembahasan. Dalam forum itu, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menyampaikan proyeksi ekonomi daerah sekaligus mengingatkan sejumlah risiko yang dinilai dapat menghambat pertumbuhan pada tahun mendatang.

Acara yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Kaltim tersebut diikuti pejabat pemerintah daerah, perbankan, akademisi, dan pelaku usaha. Peserta mengikuti siaran langsung agenda utama PTBI dari Kantor Pusat BI di Jakarta yang dihadiri Presiden RI dan Gubernur Bank Indonesia. Pada kesempatan itu, Kalimantan Timur tercatat menerima beberapa penghargaan nasional terkait kinerja tim pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah.

Dalam pemaparannya, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 4,50 persen–5,30 persen. Perluasan kapasitas industri refinery migas serta proyek-proyek strategis disebut menjadi faktor pendukung. Sementara inflasi diperkirakan tetap berada dalam rentang sasaran nasional.

“Kami menilai ada sejumlah tekanan yang patut diantisipasi. Permintaan global terhadap batu bara diprediksi belum pulih karena percepatan transisi menuju energi terbarukan. Selain itu, anomali iklim dinilai dapat memengaruhi produksi pertanian di daerah. Kenaikan harga minyak dan emas dunia juga berpotensi mendorong tekanan inflasi,” ucap Bayuadi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui Asisten II Setdaprov Ujang Rachmad, menyinggung perlunya koordinasi lintas sektor agar kebijakan ekonomi tidak berjalan parsial. “Bahwa percepatan transformasi ekonomi daerah memerlukan keterlibatan pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan,” ujarnya.

PTBI 2025 menjadi salah satu forum evaluasi dan sinkronisasi kebijakan menjelang tahun anggaran baru. Sejumlah pihak menilai tantangan eksternal mulai dari ketidakpastian harga komoditas hingga perubahan iklim akan menjadi faktor penentu arah ekonomi Kaltim pada tahun depan.

Penulis: Boy
Editor: Awan

Berita Lainnya