Utama
Jalan Kubar - Mahulu kubar mahulu bbpjn bangun jalan kubar mahulu bbpjn jalan nasional 
Tak Full Dikerjakan Pemprov, 117 Km Jalan Kubar-Mahulu Dibangun Pusat Sejak 2017
SELASAR.CO, Samarinda - Pembangunan jalan penghubung Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) telah dimulai sejak tahun 2017 dan dikerjakan secara bertahap hingga kini. Proyek strategis yang menjadi akses darat pertama menuju Mahakam Ulu ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2029. Proyek ini sebagian besar dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.
Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Anto Saktianto, mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut sudah berjalan hampir satu dekade dengan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
“Kalau dari balai sendiri, pekerjaan sudah mulai sejak 2017. Pembangunannya bertahap setiap tahun sampai sekarang,” kata Anto saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Anto menjelaskan, total panjang jalan dari Tering hingga Ujoh Bilang mencapai sekitar 145 kilometer. Dari total tersebut, 28 kilometer ditangani oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sementara 117 kilometer menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Berita Terkait
“Saat ini yang sedang dikerjakan oleh pusat sekitar 20 kilometer, dengan masa pekerjaan 2025 hingga 2027. Masih ada sekitar 13 kilometer yang kondisinya jalan tanah dan belum tertangani,” jelasnya.
Menurut Anto, sisa ruas jalan yang belum dibangun berada di kawasan Jalan Tering-Ujoh Bilang dan ditargetkan bisa ditangani hingga 2029. Namun, target tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Kendalanya di pendanaan. Ada keterbatasan anggaran, termasukkebijakan efisiensi, sehingga penyelesaiannya dilakukan bertahap,” ujarnya.
Selain faktor anggaran, kondisi cuaca juga menjadi tantangan di lapangan. Saat ini, pekerjaan masih berlangsung dan baru dikontrakkan pada akhir tahun lalu.
“Kita masih menghadapi musim hujan, kondisi pasang surut air juga mempengaruhi pekerjaan di lapangan,” kata Anto.
Meski dalam proses pembangunan melibatkan pemerintah provinsi, Anto menegaskan bahwa status jalan tersebut nantinya akan menjadi kewenangan pemerintah pusat setelah seluruh ruas selesai dibangun.
“Walaupun ada penanganan dari provinsi, pada akhirnya jalan ini akan diserahkan ke pemerintah pusat,” katanya.
Jalan Kubar-Mahulu diharapkan menjadi akses darat utama yang selama ini dinantikan masyarakat Mahakam Ulu, sekaligus membuka konektivitas dan mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

