Utama
sekolah rakyat kutim dinas pendidikan kutim 
Pemkab Kutim Bangun Sekolah Rakyat Gratis Berstandar Internasional
SELASAR.CO, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) segera membangun sekolah rakyat gratis berasrama dengan standar internasional bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Proyek strategis yang berlokasi di Jalan Simono, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara ini sepenuhnya dibiayai oleh APBN melalui Kementerian PUPR.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas delapan hektar untuk mendukung fasilitas pendidikan terpadu tersebut. Luas lahan ini bertambah dari rencana awal lima hektar, sesuai arahan pemerintah pusat.
“Pendanaan pembangunan dari APBN. Kita di daerah diminta menyiapkan lahannya saja. Setelah presentasi di Jakarta, diarahkan ditambah menjadi delapan hektar agar fasilitas lebih lengkap,” ujar Ernata, Selasa (13/1/2026).
Berita Terkait
Arahan itu disampaikan kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman melalui tim yang dipimpin Asisten III Sekretariat Daerah Kutim, Suderman Latif, saat kunjungan kerja ke Jakarta. Usulan perluasan lahan langsung mendapat persetujuan.
“Bapak Bupati menyetujui penambahan lahan menjadi delapan hektar dan memerintahkan agar segera diproses,” tambah Ernata.
Saat ini, proses administrasi pertanahan tengah berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Pemkab Kutim memastikan tidak ada kendala berarti dalam penyediaan lahan.
Sekolah rakyat ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas bertaraf internasional. Gedung sekolah akan dibangun untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Selain ruang belajar, seluruh siswa akan tinggal di asrama sesuai jenjang pendidikan. Setiap tingkat dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk ruang makan dan area aktivitas siswa.
“Kalau hanya lima hektar, beberapa fasilitas penting tidak bisa dibangun. Karena itu disarankan delapan hektar agar semua kebutuhan pendidikan bisa terpenuhi,” jelas Ernata.
Fasilitas lain yang direncanakan antara lain lapangan olahraga terpisah untuk tiap jenjang, serta satu lapangan besar untuk kegiatan bersama seperti upacara.
Sekolah ini diproyeksikan menampung sekitar 1.500 orang, termasuk siswa, tenaga pendidik, dan manajemen sekolah. Setiap rombongan belajar akan diisi maksimal 25 siswa. Untuk jenjang SD disiapkan 12 kelas, sementara SMP dan SMA masing-masing enam kelas. Seluruh siswa akan mengikuti sistem pendidikan berasrama.
Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

