Utama
jalan merdeka - pelita longsor jalan pelita berita samarinda 
Ruas Jalan Tembus Merdeka-Pelita 3 Kembali Longsor, PUPR Ungkap Sejumlah Titik Masih Rawan
SELASAR.CO, Samarinda – Ruas jalan tembus Merdeka ke Pelita 3 kembali mengalami longsor. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda mengungkap bahwa di kawasan tersebut masih terdapat sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor susulan.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Samarinda, Budi Santoso, mengatakan potensi longsor di jalur tersebut sebenarnya sudah teridentifikasi sebelumnya. Oleh karena itu, pada tahun ini telah disiapkan anggaran khusus untuk penanganan.
“Memang sudah ada perbincangan dan analisis sebelumnya. Ada sekitar lima titik yang terbaca rawan,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, titik-titik rawan itu umumnya berada di sisi jalan dengan kontur tebing tinggi. Beberapa di antaranya juga berada pada jalur lurus yang menciptakan blind spot (titik buta), sehingga berisiko tidak hanya terhadap struktur tanah, tetapi juga keselamatan pengguna jalan.
Berita Terkait
“Yang agak blind spot itu posisinya di tebing tinggi. Itu yang cukup rawan,” jelasnya.
Longsor terbaru terjadi di sisi Pelita 3. Sebelumnya, penanganan lebih dulu dilakukan di sisi Jalan Merdeka. Pekerjaan dilakukan bertahap sesuai dengan tingkat urgensi di lapangan.
Untuk mengurangi risiko longsor berulang, PUPR menegaskan tidak langsung membangun turap permanen di lokasi terdampak. Opsi penurapan dinilai berpotensi berbenturan dengan status kepemilikan lahan warga di sekitar tebing.
Sebagai gantinya, tebing yang longsor akan digali masuk sekitar 5 hingga 10 meter guna menghilangkan beban tanah yang berpotensi kembali runtuh.
“Kalau digali, kemungkinan masih bisa dikomunikasikan dengan pemilik lahan. Kalau diturap, belum tentu diizinkan,” katanya.
Pada tahun ini, PUPR Samarinda menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk penanganan longsor di ruas tersebut. Namun, saat ini langkah yang dilakukan masih bersifat darurat berupa pembersihan material agar akses jalan tetap dapat dilalui.
“Ini kan masih darurat saja, untuk membersihkan. Belum lelang,” tegasnya.
Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

