Utama
Gubernur Kaltim rudy masud tanggapi aksi demo isu kkn darurat kkn kaltim pemprov kaltim Rudy Mas'ud  harum 
Soroti Aspek Keamanan, Rudy Mas’ud Beberkan Alasan Tak Temui Demonstran di Lapangan
SELASAR.CO, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memberikan klarifikasi terkait dirinya tidak menemui pengunjuk rasa mahasiswa dan masyarakat pada Selasa (21/4/2026) lalu. Rudy menyebutkan bahwa langkah tersebut diambil demi pertimbangan keselamatan serta mekanisme audiensi yang dianggap tidak sesuai prosedur.
Berbicara dalam konferensi pers di Hotel Atlet Sempaja, Kamis (23/4/2026), Rudy mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal, titik fokus massa sebenarnya adalah gedung DPRD Kalimantan Timur, bukan kantor gubernur.
“Informasi sehari sebelumnya menyebutkan bahwa target utama rekan-rekan adalah legislatif. Perubahan haluan massa ke kantor pemerintahan baru terjadi setelah beberapa aspirasi dianggap belum terakomodasi,” jelas Rudy.
Ia menepis anggapan bahwa dirinya menghindari dialog dengan warga. Meski demikian, Rudy menyatakan ketidaksetujuannya jika komunikasi dipaksakan berlangsung di tengah situasi massa yang mulai tidak terkendali.
Berita Terkait
- Gubernur Mas’ud Ingin Ganti Pakai Dana Pribadi Pembelian Akuarium dan Kursi Pijat, Mekanismenya Masih Digodok
- BPK Minta Data Anggaran Rp25 Miliar yang Viral, Biro Umum Pemprov Kaltim: Masih Proses
- Redam Polemik Renovasi Rumjab Rp25 Miliar, Rudy Mas’ud Minta Maaf dan Siap Tanggung Biaya Fasilitas Mewah
“Saya telah berkoordinasi dengan Kapolda dan menyatakan kesediaan untuk berdiskusi, namun bukan di tengah kerumunan. Ada dua alasan utama, yakni faktor keamanan dan kepatuhan terhadap protokol kepemimpinan,” tegasnya.
Rudy memaparkan bahwa kondisi di lapangan menjelang petang sudah menunjukkan tanda-tanda kericuhan, termasuk adanya tindakan pelemparan benda tumpul dan botol ke arah petugas. Baginya, keluar menemui massa dalam keadaan tersebut mengandung risiko yang sangat tinggi.
“Bisa dibayangkan risikonya jika saya berada di tengah situasi seperti itu lalu terjadi pelemparan. Hal itu sangat membahayakan,” tambahnya.
Lebih lanjut, gubernur mengklaim telah menyodorkan opsi kepada para demonstran untuk mengirimkan utusan guna berdialog secara formal di dalam ruang pertemuan. Namun, ajakan tersebut kabarnya tidak diterima oleh pihak pengunjuk rasa. Padahal, Rudy mengaku selalu terbuka untuk berkomunikasi kapan saja, baik melalui jalur resmi di kantor maupun di rumah dinas.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

