Utama
gubernur kaltim minta maaf rudy masud minta maaf pemprov kaltim 
Redam Polemik Renovasi Rumjab Rp25 Miliar, Rudy Mas’ud Minta Maaf dan Siap Tanggung Biaya Fasilitas Mewah
SELASAR.CO, Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara merespons gelombang kritik terkait anggaran renovasi rumah jabatan (rumjab) gubernur yang mencapai Rp25 miliar. Lewat pernyataan di media sosial pribadinya, pria yang akrab disapa Harum ini menyampaikan permohonan maaf terbuka sekaligus memberikan sejumlah klarifikasi penting.
Rudy menegaskan bahwa dirinya memantau langsung dinamika publik dan menganggap kritik masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial yang positif terhadap tata kelola anggaran daerah.
“Sebagai gubernur, saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan bahkan kritik yang keras,” ungkapnya.
Ia pun mengakui adanya celah dalam komunikasi publik yang memicu kegaduhan.
Berita Terkait
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” tambah Rudy.
Duduk Perkara Anggaran: Warisan Perencanaan Sebelumnya
Menepis spekulasi yang liar, Rudy menjelaskan bahwa total anggaran Rp25 miliar tersebut bersumber dari APBD Kaltim Tahun 2025. Ia menekankan bahwa rancangan tersebut sebenarnya sudah disusun sebelum dirinya resmi menjabat. Namun, sebagai pimpinan saat ini, ia menyatakan tetap mengambil tanggung jawab penuh.
Anggaran tersebut tidak berdiri tunggal, melainkan terbagi ke dalam 57 item kegiatan yang tersebar di beberapa titik fasilitas pemerintahan:
-Rumah Jabatan Gubernur: Alokasi sekitar Rp12 miliar (rehabilitasi bangunan dan interior).
-Ruang Kerja Gubernur: Dialokasikan sebesar Rp8,2 miliar.
-Rumah Jabatan Wakil Gubernur: Dialokasikan sebesar Rp4,9 miliar.
-Fasilitas Lain: Mencakup Gedung Olah Bebaya, guest house, dan Lamin Etam.
Bayar Sendiri Kursi Pijat dan Akuarium
Dua item yang paling memicu sentimen negatif publik adalah pengadaan kursi pijat senilai Rp125 juta dan akuarium air laut hampir Rp200 juta. Fasilitas ini dinilai mencederai rasa keadilan di tengah kebutuhan prioritas masyarakat lainnya.
Menyikapi hal tersebut, Rudy mengambil langkah pragmatis dengan menyatakan siap merogoh kocek pribadi untuk membiayai fasilitas tersebut agar tidak membebani daerah.
“Saya akan menanggung secara pribadi item seperti kursi pijat dan akuarium air laut,” tegasnya.
Ia juga meluruskan bahwa biaya untuk struktur utama rumjab sebenarnya hanya berkisar Rp3 miliar, sementara sisanya dialokasikan untuk fasilitas penunjang yang diklaim memiliki fungsi pelayanan publik.
Komitmen Transparansi dan Audit
Guna memastikan integritas pemerintahannya, Rudy berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh paket kegiatan renovasi tersebut. Ia menjamin prosesnya akan diaudit secara terbuka agar masyarakat bisa ikut mengawasi.
Langkah ini diambil sebagai komitmen untuk menata ulang kebijakan penggunaan fasilitas pimpinan agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Masukan dan kritik adalah bentuk cinta masyarakat terhadap Kalimantan Timur,” tutupnya.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

