Ragam
DLH Bulungan 
DLH Bulungan Sebut Air Berwarna Merah di Sungai Belum Tentu Akibat Limbah Oli
SELASAR.CO, Bulungan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan menjelaskan bahwa perubahan warna atau munculnya rona tertentu pada permukaan air sungai tidak serta-merta menunjukkan adanya pencemaran akibat minyak atau oli.
Kepala DLH Bulungan Ismail, S.Hut., M.Si., mengatakan kondisi sungai yang kompleks membuat perubahan warna air dapat dipengaruhi berbagai aktivitas dan kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Ini kan kompleks ya, Mas. Di sungai kita ini memiliki aktivitas yang kompleks,” ujarnya.
Ismail menekankan bahwa kondisi visual air belum cukup untuk menyimpulkan adanya pembuangan oli.
Berita Terkait
“Bisa saja warna yang ada di situ, orang buang oli, dikira buang oli, bisa air rawa. Nah, inilah maksud faktor uji tadi, yang kita mau ambil sampel,” ujarnya.
Kepala UPTD Laboratorium DLH Bulungan, Zulfi, mengatakan perubahan warna pada air dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi alam dan aktivitas manusia di sekitar sungai.
Ia menjelaskan, salah satu kemungkinan adalah masuknya air dari rawa atau limpasan permukaan daratan (run off) ke badan sungai. Perbedaan karakteristik air tersebut dapat membuat air tidak langsung bercampur secara sempurna.
“Persis seperti air tanin, air rawa, yang perbedaan kepadatan antara air sungai dengan air,” bebernya.
Selain itu, aktivitas permukiman maupun industri di sekitar sungai dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kemudian kondisi alam juga dapat memengaruhi karakteristik air sungai.
“Ada perumahan yang masih dibuang ke situ, ada industry. Bentangan alam itu juga memengaruhi. Kiri di sekitarnya ada kayu-kayu hanyut, itu juga memengaruhi. Misalnya kayu yang hanyut itu akan mempengaruhi beban organiknya,” jelasnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai perbedaan densitas dan salinitas, Zulfi menjelaskan bahwa karakteristik tersebut dapat menyebabkan air dari daratan tampak terpisah dari air sungai.
“Jadi dia nggak tercampur antara air dari aliran run off dari daratan yang masuk ke sungai. Dia bisa terbawa warna dan segala macam, dia berat jenisnya berbeda dengan berat jenis air sungai, makanya dia terpisah,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat permukaan air terlihat memiliki bercak atau flek berwarna tertentu.
“Makanya ada kayak di flek-flek warna merah seperti itu,” katanya.
Zulfi mengatakan, DLH Bulungan sebelumnya telah melakukan pengujian laboratorium terhadap air di sejumlah lokasi. Pengujian dilakukan di laboratorium terakreditasi di Samarinda.
“Dan itu sudah kami uji ke lab. Kami bawa ke Samarinda, kami kirim dan hasilnya tidak ada kandungan minyak, minyak dan lemaknya masih sesuai,” terangnya.
Zulfi menjelaskan, parameter minyak dan lemak merupakan salah satu parameter yang diatur dalam ketentuan baku mutu air.
“Sesuai PP 22 Tahun 2021, ada parameter namanya minyak dan lemak. Di situ sudah kami uji,” tutupnya. (**)
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

