Ragam
DLH Bulungan   Pengolahan Daur Ulang 
DLH Bulungan Akan Rekrut 20 SDM Tahun Depan Melalui Skema PJLP
SELASAR.CO, Bulungan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan berencana merekrut sekitar 20 sumber daya manusia (SDM) pada tahun depan untuk mendukung operasional Pengolahan Daur Ulang (PDU).
Kepala DLH Bulungan, Ismail, S.Hut., M.Si., mengatakan kebutuhan tambahan tenaga tersebut menjadi bagian dari persiapan DLH dalam menyesuaikan sumber daya manusia dengan operasional PDU yang saat ini masih dalam tahap adaptasi.
“Belum, baru mau kita usulkan. Kita aja baru kondisional, adaptasi lah ya, yang ada ini,” ujarnya.
Kebutuhan tersebut akan disesuaikan dengan pembagian tugas di PDU. Di antaranya tenaga pemilah sampah, operator, hingga tenaga yang memiliki kemampuan teknis untuk mengoperasikan dan merawat peralatan.
Berita Terkait
“Sekitar 20-an kemarin. Karena pemilah berapa, operator berapa. Terus instruktur, ya ada lah yang alat on-off, mekanik,” jelasnya.
Menurutnya, penambahan tenaga kerja nantinya akan dilakukan melalui skema Penyedia Jasa Layanan Lainnya Perorangan (PJLP). Mekanisme tersebut menjadi salah satu opsi yang disiapkan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga sesuai kompetensi yang diperlukan.
“Kita coba ada PJLP namanya. Itu salah satu,” katanya.
Ia menjelaskan, PJLP berbeda dengan sistem outsourcing. Masyarakat yang memiliki kompetensi tertentu dapat mendaftarkan diri melalui mekanisme pengadaan yang tersedia di e-Katalog.
“Penyedia Jasa Layanan Lainnya Perorangan. Jadi nanti belanjanya melalui e-Katalog,” jelasnya.
Ismail mengatakan, kebutuhan khusus PJLP untuk DLH saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Karena itu, proses rekrutmen belum dilakukan dan DLH masih mengoptimalkan tenaga yang tersedia.
“Kalau PJLP umum sih sudah. Kalau untuk khusus DLH kan masih budgetnya belum ada, rencana tahun depan,” bebernya.
Rencana penambahan sekitar 20 tenaga tersebut diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan operasional PDU, terutama untuk menangani proses pemilahan, pengolahan, pengomposan, hingga pengoperasian peralatan pendukung.
“Jadi kita itu menyiapkan SDM berikut kompetensinya, adaptif terhadap kondisi itu,” pungkasnya. (**)
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

